Presiden KSPI: Besok, 50.000 Buruh Turun ke Jalan

Sekitar 50.000 lebih buruh se- Jabodetabek diklaim akan menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis (2/10/2014).

Presiden KSPI: Besok, 50.000 Buruh Turun ke Jalan
Warta Kota/henry lopulalan
Ribuan buruh dari berbagai organisasi dan kota bergabung menuju Istana Negara dari Bundaran Indonesia,Jalan MH Thamrin,Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2011). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sekitar 50.000 lebih buruh se- Jabodetabek diklaim akan menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis (2/10/2014).

Menurut Presiden Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sekitar pukul 10.00 WIB titik kumpul para massa berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Sekitar 50.000 buruh akan melakukan aksi se -Jabodetabek akan lakukan aksi dimulai dengan melaukan long march menuju Istana Negara dan pada siang hari peserta aksi akan bergerak menuju kantor Gubernur DKI Jakarta, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans)," tutur Said Iqbal melalui pesan singkatnya, Rabu (1/10/2014).

Menurut Said, ada sebagian massa yang akan bergerak ke kantor pusat PT Freeport. Aksi tersebut menuntut pemerintah menghentikan penambangan di Freeport.

"Kami mendesak pemerintah untuk menangkap Presdir Freeport karena telah mengakibatkan meninggalnya pekerja yang terus berulang-ulang," kata Said.

Diketahui, tuntutan yang disuarakan buruh dalam aksi 2 Oktober tersebut adalah tolak Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan naikkan upah minimum 30 persen. Selain itu merubah Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item.

"Benefit Jaminan pensiun buruh 75 persen dari upah terakhir. Jaminan Kesehatan gratis seluruh rakyat, dan hapuskan outsourcing termasuk di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," kata Said.

Said menjelaskan, aksi tersebut juga serentak dilakukan oleh puluhan ribu buruh lainnya di kantor Gubernur di tiap provinsi. Antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Batam, dan Aceh.

"Masih ada lagi dari Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sumut, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan lain-lain. Aksi mereka pun nantinya menuntut atau menyerukan hal yang sama," ujar Said Iqbal di pesan singkatnya.

Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved