Pilkada Kota Depok
Ketua Golkar Depok Ajukan Diri Jadi Cawalkot yang Diusung KMP
Sejumlah nama sudah disebut-sebut dalam bursa bakal calon wali kota Depok 2015 mendatang.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Babai Suhaimi, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok mengaku akan tetap mengajukan diri menjadi calon Wali Kota Depok, yang diusung oleh gabungan partai politik dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Menurut Babai sejak jauh-jauh hari, di internal Partai Golkar Depok, sudah ada beberapa suara yang memintanya sebagai kader partai untuk menjadi salah satu calon Wali Kota Depok.
"Tentunya Partai Golkar, ingin agar kader kami lah yang memimpin Kota Depok. Keinginan ini juga pasti dimiliki semua parpol pendukung KMP, mengingat peluang KMP memenangkan Pilwakot dengan UU Pilkada ini sangat besar. Karenanya dalam KMP harus jelas dasar dan ukuran yang dipakai sebagai mekanisme untuk mengusung calon wali kota," kata Babai, Rabu (1/10/2014).
Karenanya, Babai mengaku sangat siap jika memang diusung menjadi calon Wali Kota Depok oleh KMP. Selain itu, kata Babai, dirinya juga siap seandainya KMP tidak mengusung dirinya. "Diusung atau tidak tergantung mekanisme yang akan digunakan nantinya. Saya siap jika memang ada yang lebih baik dari saya dan lebih sesuai dengan mekanisme yang ditentukan dan disepakati," paparnya.
Karenanya kata Babai, KMP Depok masih menunggu instruksi dari KMP Pusat mengenai mekanisme yang akan digunakan dalam mengusung calon wali kota.
Selain itu, katanya, pihaknya juga menunggu judicial review atau UU Pilkada yang telah disahkan oleh DPR RI ini. "Kami berharap tidak ada yang menghalangi penerapan UU Pilkada yang baru ini. Sebab dengan hal ini maka penghematan anggaran bisa dilakukan dan budaya transaksional bisa dikikis," ujarnya.
Seperti diketahui sejak sebulan terakhir, sejumlah nama sudah disebut-sebut dalam bursa bakal calon wali kota Depok 2015 mendatang.
Namun disahkannya UU Pilkada dimana pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD, tampaknya merubah beberapa peta politik di Depok.
Parpol gabungan Koalisi Merah Putih (KMP) sangat mendominasi di DPRD Depok, sekalipun PDIP memperoleh kursi terbanyak dengan 11 kursi.
Beberapa nama yang disebut-sebut meramaikan bursa balon Wali Kota Depok diantaranya adalah Babai Suhaimi (Ketua DPD Golkar Depok), Nurul Arifin (Wasekjen DPP Partai Golkar), serta calon dari Partai Amanat Nasional (PAN) Hasbullah Rahmad yang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Depok.
Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung tujuh balon Wali Kota Depok yakni Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika), Suparyono (Ketua DPD PKS Depok sekaligus anggota DPRD Depok terpilih), Imam Budi Hartono (mantan anggota DPRD Jawa Barat), Nur Azizah Tahmid (istri Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail), Sohibul Iman (Wakil Ketua DPR), Sahfan Badri Sampurno (anggota DPR dapil Bengkulu), dan Idris Abdul Shomad (calon eksternal yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok).
Selain itu ada juga nama JJ Rizal, seorang sejarawan, lalau Habib Idrus Al Gadri yang menjabat sebagai Ketua FPI Depok serta Rudi Samin, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Depok yang mengaku menyiapkan dana politik sebesar Rp 25 miliar.