Breaking News:

Parkir Meter Bakal Gagal, Tak Efektif Kurangi Kemacetan

Penerapan parkir meter di Jalan Sabang kurang efektif dalam mengurani kemacetan di Jakarta

Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kompas.com
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana 

WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Triwcaksana menuturkan penerapan parkir meter di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat kurang efektif dalam mengurangi kemacetan di Ibukota Jakarta. Menurutnya, seharusnya Pemprov DKI lebih mengutamakan membangun gedung parkir.

Hal ini dikarenakan nilai investasi dalam penerapan parkir meter sangatlah tinggi. Belum lagi, ditambah dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus banyak. Oleh sebab itu, upaya mengurangi kemacetan dengan menerapkan parkir meter sangatlah sia-sia.

"Itu parkir meter bukan merupakan prioritas dari otoritas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Itu hanya instrumen pengedalian lalu lintas saja. Untuk mengurangi kemacetan tidak cocok dengan nilai investasi yang tinggi," kata pria yang akrab disapa Sani saat dihubungi Wartakotalive.com di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (28/9/2014).

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lebih menyarankan Dishub DKI bekerjasama dengan pihak swasta dalam membangun gedung parkir. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang parkir on street.

"Seharusnya prioritas dari perparkiran adalah membangun gedung-gedungparkir, sehingga warga memiliki alternatif daripada menggunakan parkir on street," tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan parkir meter juga membutuhkan sosialisasi yang cukup panjang kepada masyarakat. Sehingga, upaya dalam mengurangi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir akan sulit tercapai. "Jadi parkir meter akan gagal," singkatnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved