Kecelakaan Lalin
TNI AL Selidiki Kecelakaan Truk Pengangkut Personel
Empat anggota TNI AL yang kondisinya kritis akhirnya meninggal dunia
WARTA KOTA, SURABAYA - Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) menyelidiki penyebab kecelakaan truk pengangkut personel di Surabaya, Kamis, yang mengakibatkan enam dari 21 penumpang termasuk pengemudi, meninggal dunia.
"Pomal sudah menerjunkan petugas untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut melalui koordinasi dengan pihak kepolisian. Sampai saat ini, kami belum bisa memastikan penyebabnya," kata Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya Mayor Laut (KH) Rohman Arif kepada Antara.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.15 WIB saat truk TNI AL dengan nomor AL 8503-03 dari Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) yang berangkat dari arah Mojokerto, mengangkut 21 orang personel menuju Koarmatim.
Ketika memasuki kilometer 34 mendekati Perak, truk TNI AL yang dikemudikan Serka MES Joko menabrak sebuah truk trailer yang sedang berhenti di pinggir jalan karena ada masalah dengan rodanya.
Pengemudi truk TNI AL kemungkinan tidak menyadari jika truk trailer itu sedang berhenti dan tidak sempat menghindar karena jarak yang terlalu dekat sehingga menabrak bagian belakang truk trailer tersebut.
Akibat benturan itu, sopir TNI AL Serka Joko dan Kopral Satu TTG Sumoko yang berada di sampingnya tewas di tempat kejadian. Sementara 19 penumpang lainnya yang berada di belakang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSAL Dr Oepomo Surabaya yang lokasinya dekat Markas Lantamal V.
Namun, empat anggota TNI AL yang kondisinya kritis akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Mereka adalah Sersan Satu KEU Katirin, Pembantu Letnan Dua KEU Soejono, Sersan Kepala POM Bambang, dan Sersan Satu POM Mahmudin.
"Seluruh korban meninggal sudah dipulangkan ke rumah keluarganya masing-masing setelah mendapatkan penanganan dari tim medis," ujar Mayor Rohman.
Sedangkan 15 anggota TNI AL lainnya yang mengalami luka-luka langsung di rujuk ke RSAL Dr Ramelan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif, setelah beberapa saat memperoleh tindakan medis darurat di RSAL Oepomo Surabaya. (Antara)