Demam Berdarah Dengue
Kasus DBD di Jakarta Barat Menurun Gara-gara Ikan Cupang
Setelah cukup tinggi pada Januari hingga April perlahan angkanya menurun sejak Mei hingga September ini.
WARTA KOTA, KEMBANGAN - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat lewat Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengklaim jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya alami penurunan sejak awal tahun 2014.
Hal itu disampaikan Kepala Suku Dinas Kesehatan, Widyastuti saat ditemui Warta Kota di ruangannya, Kamis (25/9/2014). Menurutnya, penurunan itu berdasarkan data yang diterimanya sejak awal tahun hingga bulan september ini.
"Jelas ada penurunan terkait kasus DBD yang ada di Jakarta Barat. Setelah cukup tinggi pada Januari hingga April perlahan angkanya menurun sejak Mei hingga September ini," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Warta Kota, kasus DBD pada bulan Januari sebanyak 166, Februari 260 kasus, Maret 364 kasus, April 431 kasus. Kemudian pada Mei 293 kasus, Juni 256 kasus, Juli 159 kasus, Agustus 137 kasus dan Septembeter 36 kasus.
Widyastuti menjelaskan, penurunan sejak April hingga september tersebut karena pihaknya gencar melakukan sosialisasi di setiap RT dan RW yang ada di Jakarta Barat. Satu diantaranya adalah dengan mensosialisasikan pemberdayaan ikan cupang di lingkungan rumah dan sekolah.
"Kami gencar sosialisasikan terkait ikan cupang di setiap lingkungan rumah dan sekolah sejak April ini. Soalnya ikan cupang ini rakus memakan jentik nyamuk. Jadi semenjak kami galakkan kegiatan itu, ada penurunan kasus DBD," ungkapnya.
Program tentang pemberdayaan ikan cupang tersebut sudah dilakukan pihaknya di Kecamatan Palmerah. Saat ini hasilnya sudah terlihat dengan adanya penurunan DBD di Kecamatan Palmerah. "Palmerah ini percontohan untuk program pemberdayaan ikan cupang. Tahun lalu sebagai kecamatan tertinggi kasus dbd, tetapi tahun ini sudah menurun dan berpindah ke Cengkareng," ujarnya.
Saat ini menurutnya, terkait pemberdayaan ikan cupang sedang menyasar wilayah Kembangan Utara. Karena wilayah tersebut adalah wilayah kelurahan yang sedang rawan DBD. "Kecamatan Cengkareng wilayah yang rawan, tetapi untuk tingkat Kelurahannya Meruya Utara. Indikasi dari banyaknya kasus bisa dilihat dari lingkungannya serta perilaku warganya," ujarnya.
Hanya saja untuk saat ini pihaknya mengeluhkan belum bisa melakukan sosialisasi di wilayah lainnya karena terbatasnya anggota. "Idealnya satu RW itu satu petugas. Tapi nyatanya dari satu RW masih susah karena sistemnya kader dan bekerja sosial. Jadi masih ada kader dari RW lain yang dipinjam ke RW yang belum memiliki kader," pungkasnya. (Wahyu Tri Laksono)