Traffic Update

Rekayasa Lalu Lintas di Pintu Tol Pancoran dan Tegal Parang

Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa di pintu keluar tol dalam kota Pancoran.

Rekayasa Lalu Lintas di Pintu Tol Pancoran dan Tegal Parang
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Suasana kemacetan yang terjadi di sekitar Cawang, Jakarta Timur. Intensitas curah hujan yang tinggi pada malam tadi membuat beberapa ruas jalan di ibukota tergenang air sehingga menyebabkan para pengguna jalan terjebak macet. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa di pintu keluar tol dalam kota Pancoran depan Bukopin dan Pintu Keluar Tol Tegal Parang di Mampang, sebelum Kuningan.

Kepolisian berencana melakukan rekayasa lalu lintas di jalur alteri yang menjadi titik temu dua pintu keluar tol tersebut. Arus kendaraan dari dalam tol yang hendak keluar di dua titik pintu keluar tol akan dipercepat. Hal ini demi mencegah kemacetan akibat penghapusan contraflow di ruas tol dalam kota Cawang arah Semanggi.

Dua pintu keluar tol ini memang menjadi momok bagi pengendara yang berasal dari tol dalam kota. Penyebabnya, saat keluar tol, pengendara dihadang kemacetan di jalur arteri. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan di pintu keluar hingga ke dalam tol.

Terkait hal ini, Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Agung Pitoyo mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI untuk merekayasa lampu lalu lintas pada beberapa titik.

"Kami akan mengubah rambu lalu lintas di Pasar Minggu ke Pancoran. Nanti, lampu merahnya kita akan buat lebih lama. Kemudian, dari arah Tebet ke arah Timur, lampu hijaunya kita percepat. Karena volume kendaraannya memang lebih sedikit," kata Agung, Rabu (24/9/2014).

Dengan demikian, kendaraan dari Pasar Minggu yang menyeberang di Pancoran akan ditahan lebih lama. Hal ini agar lalu lintas di jalur alteri arah Semanggi di Pancoran dapat bergerak lebih lancar.

Hal yang sama juga dilakukan di pintu keluar Tegal Parang. "Nanti di Tegal Parang, arus lalu lintas ada penarikan istimewa (lebih). Kita akan tempatkan anggota PJR di sana supaya arus dari dalam bisa ditarik," ujar Agung.

Pihak kepolisian dan Jasa Marga tidak dapat menutup dua pintu keluar tol tersebut. Pengguna kendaraan yang keluar dari dua pintu tersebut ternyata adalah pekerja di kawasan Pancoran, Mampang, Kuningan dan Semanggi dari Bekasi.

Dari 7.000 kendaraan pengguna contraflow perhari di Cawang arah Semanggi, sebagian besar ternyata keluar di exit Tegal Parang.

"Kita tidak bisa tutup. Karena kalau ditutup, para pekerja yang di kawasan itu bisa ngamuk. Kita sudah survei itu," kata Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanudin, dalam kesempatan yang sama.

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved