IIMS 2014

Mitsubishi Delica, Hidup dan Matiikan Mesin Cukup Menginjak Rem

Mitsubishi Delica melengkapi teknologi tambahan untuk mengirit penggunaan bahan bakar saat kendaraan terjebak macet

Mitsubishi Delica, Hidup dan Matiikan Mesin Cukup Menginjak Rem
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Mitsubishi Motors luncurkan Mitsubishi Delica untuk memperkuat pasar penjualan kendaraan berpenumpang di Indonesia di ajang Indonesia International Motor Show 2014 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Untuk merespon kebutuhan mobilitas yang tinggi terhadap kehidupan masyarakat terutama mereka yang tinggal di perkotaan, Mitsubishi Motor melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) meluncurkan Mitsubishi Delica.

Kendaraan yang diklaim sebagai gabungan sport utility MPV ini dilengkapi dengan teknologi terkini yaitu ASG atau Auto Stop & Go yang merupakan teknologi tambahan untuk mengirit penggunaan bahan bakar saat kendaraan terjebak kemacetan.

"Cukup dengan menginjak rem maka mesin otomatis akan mati, begitu rem dilepas maka mesin akan kembali menyala,"  ujar Budiarto, Head of MMC Technical Services Departement saat ditemui di Indonesia International Motor Show 2014 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014).

Periode atau durasi matinya mesin dikatakan Budi tergantung dari temperatur air conditioner atau AC yang dipasang, jika suhu berada di angka 25 derajat celcius maka waktu berhenti mesin akan cepat tetapi semakin suhu yang dinaikan AC diatas 25 seperti 28 derajat celcius maka periode matinya mesin semakin lama.

“Karena sudah diatur oleh komputer bahwa saat mesin mati maka kompresor AC juga ikutan mati, yang ada hanya angin. ASG ini akan berfungsi pada saat kecepatan diatas lima kilometer perjam," kata Budi.

Begitu awal mesin dinyalakan maka akan ada sinyal On untuk menginformasikan bahwa sistem ASG menyala tetapi jika ingin mematikan cukup menekan tombol off. Dengan begitu bisa lebih mudah mengoperasikan kendaraan yang diklaim sebagai kendaraan berpenumpang yang merupakan gabungan antara SUV dengan MPV.

“Kita semua tahu meski kendaraan tidak bergerak tetapi mesin menyala dapat memakan banyak bahan bakar untuk itu sistem ini dibuat agar penggunaan bahan bakar bisa lebih efisien,” ujar Budi.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved