Musim Kemarau

Breaking News: 17 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan

Dan sejak empat hari lalu, distribusi air sendiri sudah dilakukan dan disiagakan 24 jam.

Breaking News: 17 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan
Warta Kota/nur ichsan
ILUSTRASI - Warga Kp Sewan Lebak Wangi, melintasi batu cadas yang merupakan dasar Sungai Cisadane yang mengering seusai melakukan aktifitas mandi cuci dan kakus di airan kali yang debit airnya semakin berkurang, seperti terlihat, Jumat (19/9/2014). Berkurangnya debit air kali yang mebelah Kota Tangerang ini, membuuat mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih ditambah banyaknya limbah pabrik yang dibuang ke sungai. 

WARTA KOTA, BOGOR - Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sudah menyalurkan 85.000 liter air bersih dengan mengerahkan 17 mobil tangki ke dearah tersebut. Dari 17 kecamatan yang dilanda kekeringan, 6 diantaranya berada dalam kondisi terparah.

Dengan meluasnya kekeringan di Kabupaten Bogor, BPBD sudah menetapkan wilayah Kabupaten Bogor masuk dalam status siaga darurat kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yos Sudrajat mengatakan, dari 17 kecamatan itu terdapat 6 kecamatan yang kekeringannya yang sangat parah, karena hampir seluruh desanya mengalami kekeringan.

"Hingga saat ini, kita sudah melakukan upaya untuk mengatasi kekeringan dengan mendistribusikan sedikitnya 85 ribu liter air dengan menggunakan 17 tanki air ke daerah yang dilanda kekeringan," ujar Yos Sudrajat, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/9)

Yos menjelaskan, dari hasil pemetaan BPBD terdapat enam kecamatan yang paling parah dilanda kekeringan, seperti wilayah Kecamatan Cariu, Jonggol, Babakanmadang, Tamansari, Jasinga dan Sukaraja.

"Dan sejak empat hari lalu, distribusi air sendiri sudah dilakukan dan disiagakan 24 jam. Air yang didistribusikan hanya untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci. Sementara untuk mandi dan pengairan warga masih bisa memanfaatkan air sungai, meskipun airnya mulai surut," katanya.

Menurut Yos, kekeringan kali ini masih belum terlalu parah dibanding tahun 2012 lalu. Dua tahun lalu katanya, wilayah yang dilanda kekeringan terjadi di 19 kecamatan.

Meski demikian, kekeringan kali sudah menyebabkan sebagian sungai kering dan petani mengalami gagal panen.

"Seperti Jonggol dan Cariu, itu hampir semua sawah sudah tidak bisa ditanami," katanya.

Tags
Bogor
Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved