Minggu, 17 Mei 2026

Ciliwung Kering Akibat Alih Fungsi Lahan di Puncak

Alih fungsi lahan di kawasan Puncak mengakibatkan kerusakan daerah hulu Sungai Ciliwung dan kekeringan di musim kemarau.

Tayang:
Penulis: |

WARTA KOTA, BOGOR-Menyusutnya debit air sungai Ciliwung disebabkan karena berubah lahan di kawasan Puncak sebagai lokasi hulu sungai Ciliwung. Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga, Dedi Sucahyo mengatakan, keringnya debit air Ciliwung yang terpantau di mercu Bendung Katulampa Kota Bogor hingga ke posisi nol sejak tiga pekan ini bukan disebabkan karena musim kemarau.

"Tetapi karena perubahan fungsi lahan di kawasan hulu sungai Ciliwung yaitu  kawasan Puncak," katanya, Selasa (23/9/2014).

Dedi menjelaskan, berdasarkan pantauan citra satelit yang dilakukan BMKG, kondisi musim kering yang terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya masih normal, bahkan dalam satu minggu akan terjadi hujan kendati dengan intensitas ringan dan normal.

"Seharusnya dengan tingginya intensitas hujan yang terjadi pada bulan Agustus hingga awal September lalu di kawasan puncak masih dapat menampung cadangan air hingga Oktober mendatang," katanya.

Namun, kata Dedi, karena kondisi sebagian kawasan Puncak sudah berubah fungsi, sehingga terjadi pengurangan lahan.

"Sehingga daya serap air tidak maksimal, makanya ketika hujan deras di kawasan Puncak maka debit air Ciliwung akan cepat tinggi dan meluap karena tanah tidak dapat menyimpan air secara maksimal," ujarnya.

Begitupun sebaliknya, ketika wilayah Bogor tidak hujan maka, sumber air di kawasan hulu sungai cepat mengering karena cadangan air tidak cukup untuk mengaliri sungai. "Dampaknya seperti saat ini, debt air sungai Ciliwung menyusut," kata Dedi.

Seperti diketahui, hujan yang tidak turun sejak sepekan di wilayah Bogor membuat debit air sungai Ciliwung di mercu bendung Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor berada di posisi nol.

"Aliran sungai Ciliwung di mercu bendung Katulampa yang mengarah ke Jakarta cukup kering. Batu dan beton pemecah arus yang biasanya tertutup air sungai, terlihat jelas, karena kering," kata petugas Bendung Katulampa Bogor Muhammad Alwan.

Untuk mengatur aliran sungai Ciliwung, petugas mercu bendung Katulampa menutup semua pintu bendung yang mengarah ke Jakarta."Karena debit airnya kecil, semua pintu bendung ditutup, agar air bisa mengalir ke kali Baru untuk pengairan sawah dan ke Istana Bogor warga," ujarnya.

Alwan mengatakan, posisi nol mercung Bendung Katulampa sudah terjadi sejak dua pekan dan kondisi ini disebabkan hujan yang tidak turun di wilayah Bogor termasuk Puncak sejak sepekan ini. "Anak sungai Ciliwung dari Puncak juga debitnya kecil, " kata Alwan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved