Taksi Gelap
Taksi Resmi Terganggu Taksi Gelap
Sopir taksi resmi mengaku sudah bertahun-tahun terjadi perang dingin dengan para sopir taksi gelap
WARTA KOTA, PALMERAH - Sebelumnya, sejumlah pengemudi taksi resmi yang ditemui Warta Kota mengaku terganggu dengan keberadaan TG (taksi gelap). Meski taksi resmi yakin penumpang sudah pintar membedakan mana angkutan yang legal dan mana yang ilegal, mereka tetap saja keberatan dengan adanya TG karena pendapatan mereka bisa berkurang.
"Sudah nggak ada kata-kata lagi buat TG. Masak pelat hitam boleh ambil penumpang? Kita harus mengadu ke mana? Pernah protes ke pihak bandara, tapi nggak digubris," papar Asrul, seorang sopir taksi kepada Warta Kota, belum lama ini.
Dikatakan Asrul, selama ini pengelola bandara tak pernah serius menindak praktik taksi ilegal. Tindakan hanya dilakukan bila ada razia kasus kejahatan, seperti razia KPK terhadap oknum pelaku pemerasan beberapa waktu lalu. "Sekarang dirazia, besok dirangkul lagi. Saya curiga ada yang main di belakang TG tersebut," ujar Asrul.
Sementara itu, Iksan, sopir taksi resmi lainnya, mengaku sudah bertahun-tahun terjadi 'perang dingin' antara TG dengan para sopir taksi resmi. "Kita nggak pernah tegur-teguran. Sangat jarang ada sopir taksi resmi yang bergaul sama TG," kata dia. (gps)