Breaking News:

Pembebasan Lahan di Arjuna Selatan Harus Sesuai NJOP Rp 6,7 Juta

Pelebaran Jalan Arjuna Selatan masih menyisakan lahan sekitar 200 meter mulai dari jalan masuk ke Kelurahan Kebon Jeruk

Wahyu Tri Laksono
Suasana Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, yang macet. 

WARTA KOTA, KEBON JERUK - Kemacetan di Jalan Arjuna Selatan kerap terjadi di kawasan itu terutama pada jam-jam sibuk pegawai pulang kantor. Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Senin (22/9/2014) pelebaran jalan yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di sisi tol Kebon Jeruk-Tomang itu masih belum selesai.

Dari proses pengerjaan tahap I tersebut masih menyisakan lahan sekitar 200 meter mulai dari jalan masuk ke Kelurahan Kebon Jeruk hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat toko bangunan. Nantinya proses pelebaran jalan tahap kedua itu akan dilakukan dari JPO hingga Pos Polisi Kebun Jeruk di Batusari.

Hamdani Hasan (58), warga sekitar yang lahan miliknya seluas 275 meter terkena proyek pelebaran tahap pertama belum ada kejelasan mengenai invetarisasinya. Menurutnya, dari proyek tahap pertama masih ada 3 lahan, yakni lahan milik Bengkel Beringin Motor, lapangan futsal, dan miliknya," tuturnya kepada wartawan, Senin (22/9/2014).

"Tadi pagi saya diundang oleh Dinas PU untuk masalah pembebasan lahan. Namun ditunda karena Kepala Dinas PU rapat dadakan," kata Hamdani yang memakai baju putih tersebut.

Ia tak keberatan, untuk menjual tanahnya untuk pelebaran jalan. Asalkan sesuai dengan aturan mainnya yakni sebesar Rp 6,7 juta berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).

"Sebagai warga negara yang baik saya berterima untuk menjual lahan. Saya juga sudah disuruh untuk melengkapi administrasi atas persetujuan Lurah dan Camat. Tapi saya belum tahu akan ditawar berapa karena BPN belum mengukur, yang jelas harus sesuai NJOP," ucapnya. (Wahyu Tri Laksono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved