Breaking News:

Biaya Retribusi Derek Selama 10 Hari Sebanyak Rp 70 Juta

Hasil denda parkir liar selama 10 hari, Dinas Perhubungan DKI telah mengumpulkan biaya restribusi sebesar Rp 70 juta

Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
KONTAN/AHMAD FAUZIE Ilustrasi
Ilustrasi rupiah. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Penerapan kebijakan denda sebesar Rp 500.000 dan derek kendaraan roda empat yang masih parkir liar berbuah terhadap penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, dari sepuluh hari diterapkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berhasil mengumpulkan dana dari biaya retribusi sebesar Rp 70 juta.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dishub DKI, Syafrin Lupito mengatakan bahwa sejak tanggal 18 September 2014, Dishub DKI berhasil mengandangkan 130 kendaraan. Retribusi derek parkir liar sudah mencapai Rp 70 juta yang masuk ke kas daerah.

Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, hasil penindakan penertiban parkir liar pada tanggal 18 September 2014, ada sebanyak 16 kendaraan diderek, lalu ada 65 kendaraan diberikan tilang atau Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Dishub dan 17 kendaraan di-BAP Polisi. Kemudian Operasi Cabut Pentil (OCP) kendaraan 4 ada sebanyak 59 kendaraan dan OCP Roda dua ada sebanyak 88 kendaraan.

"Jadi total kendaraan hasil penertiban parkir liar hanya pada tanggal 18 September tercatat ada 245 kendaraan yang ditindak," kata Syafrin Lupito, saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Jumlah kendaraan yang melakukan parkir liar dan telah ditindak mulai dari 8-18 September mencapai 2.446 kendaraan. Sementara jumlah kendaraan yang diderek mencapai 130 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang ditilang oleh Dishub ada 582 kendaraan dan 288 kendaraan ditilang polisi. Kemudian, OCP Roda empat adasebanyak 431 kendaraan dan OCP Roda Dua mencapai 1.015 kendaraan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved