Lebaran Betawi
PKL Ikut Serbu Lebaran Betawi, Pengunjung Tak Nyaman
Ba'da magrib jumlah pengunjung Lebaran Betawi di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat dipenuhi pengunjung
WARTA KOTA, GAMBIR - Ba'da magrib jumlah pengunjung Lebaran Betawi di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat dipenuhi pengunjung, Sabtu (13/9/2014).
Selain diserbu pengunjung, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sejak siang tertahan di depan gerbang monas mulai menyerbu masuk ke dalam kawasan Lebaran Betawi.
Hal itu membuat suasana menjadi tak nyaman dan semrawut. Tak pelak sampah juga semakin banyak menghiasi kawasan yang dijadikan tempat acara Lebaran Betawi ini.
Hamudin (35) penjual minuman dingin, mengaku tak tahu menahu kalau malam hari juga dilarang berjualan. Ia mengatakan hanya ikut-ikutan saja masuk ke dalam.
"Saya baru datang dari Bogor, terus lihat banyak pedagang yang gelar lapak di dalam, jadi saya ikut saja," ungkap pria bertopi abu-abu dan kemeja gelap itu.
Banyaknya pedagang kaki lima yang masuk ke dalam itu, dikomentari oleh pengunjung. Sugiyanto (26) yang datang bersama kekasihnya itu menyayangkan banyaknya PKL yang gelar lapak itu.
"Saya kesini mau ke acara Lebaran Betawi katanya bagus siang tadi. Makanya saya kemari sama pacar saya buat lihat-lihat. Tetapi nyatanya sudah banyak PKL jadi kotor dan sempit jalannya," kata pria berjaket Manchester United itu.
Ia beranggapan harusnya, keamanan tetap dijaga hingga acara ini selesai. "Tetap dijaga dong, masa setelah malam dibiarkan begitu saja PKL berjualan kan jadi kotor tempat ini. Dan pengunjung jadi tak nyaman," ujarnya. (Wahyu Tri Laksono)