Ortu Penerima KJP Bingung Isi Nominal Slip Penarikan Uang
Puluhan orangtua siswa penerima dana bantuan sosial Kartu Jakarta pintar (KJP) bingung mengisi slip penarikan uang di Bank DKI.
WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK-Puluhan orangtua siswa penerima dana bantuan sosial kartu Jakarta pintar (KJP) bingung mengisi slip penarikan uang di bank DKI cabang kantor Walikota Jakarta Utara.
Selayaknya pengambilan uang di bank, pihak bank mengharuskan nasabah untuk mengisi slip penarikan uang dengan menuliskan identitas nasabah. Misalnya saja nama lengkap, nomor rekening, nomor induk kependudukan, jumlah penarikan, dan data perbankan lainnya.
Pantauan Wartakotalive.com di Bank DKI cabang kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (9/9/2014), orangtua nampak kebingungan menuliskan jumlah uang yang hendak ditariknya.
Siti (65) misalnya, ketika Wartakotalive.com melihatnya, cucu dari siswi kelas 4 SDS Mas Intan, Kampung Bahari, Jakarta Utara itu terlihat memegang sebuah pulpen dan slip penarikan namun tak juga mulai menulis.
"Bingung ini mau ngambil berapa, saya belum isi nih, takut salah," perempuan berkerudung hitam itu.
Tak hanya Siti, Sri Isnaini (37) pun bingung menuliskan jumlah uang yang hendak ditariknya. Ia juga bertanya-tanya ke ibu-ibu penerima KJP lainnya untuk memastikan bahwa jumlah yang diambilnya diperbolehkan oleh pihak bank.
"Bingung juga mau nulis berapa, ngisi pun belum nih mbak takut salah, katanya Rp 1080.000, katanya Rp 1.050.000 tapi ada yang ambil Rp 1.000.000 juga, emang nggak boleh ditarik semuanya?" Katanya kepada Wartakotalive.com.
Akhirnya, setelah bertanya kepada beberapa orangtua yang telah menyerahkan slip penarikan, Sri dan Siti pun menuliskan nominal yang ingin dicairkannya.
"Iya bu, Rp 1.050.000 ah, karena harus ada sisanya katanya," ujar Sri kepada orangtua lainnya. (Agustin Setyo Wardani)