Aksi Ambil Untung Bikin IHSG BEI Ditutup Melemah

Aksi ambil untung mewarnai perdagangan saham di dalam negeri sehingga IHSG BEI terkoreksi.

Aksi Ambil Untung Bikin IHSG BEI Ditutup Melemah
Warta Kota/Herudin
Bursa saham dan pergerakan IHSG di BEI 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ditutup melemah ke posisi 5.197 poin setelah mengalami penguatan cukup signifikan sehingga sempat menembus level tertinggi pada perdagangan hari sebelumnya (Senin, 8/9).

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 49,36 poin atau 0,94 persen ke posisi 5.197,11, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 9,06 poin (1,01 persen) ke level 883,66.

"Indeks BEI kembali mengalami koreksi setelah menembus level tertinggi pada perdagangan awal pekan kemarin (Senin, 8/9) ke level 5.246 poin," kata Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa aksi ambil untung mewarnai perdagangan saham di dalam negeri sehingga IHSG BEI terkoreksi. Pada perdagangan saham Selasa ini (9/9) investor asing mengambil posisi lepas saham dan membukukan jual bersih (nett sell) sebesar Rp122,51 miliar.

Dari sisi teknikal, lanjut dia, potensi indeks BEI melemah juga terlihat dari adanya "utang gap" (ruang kosong antara periode perdagangan saat ini dengan periode sebelumnya) di level 5.224-5.241 poin sehingga rawan tertekan.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa sentimen politik di dalam negeri seperti pembahasan perubahan undang undang Pilkada dinilai menjadi salah satu alasan pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung.

"Itu dianggap kurang disukai pasar karena bisa merusak sistem demokrasi langsung, sehingga sedikit menghambat momentum kenaikan IHSG BEI," katanya.

Namun demikian, menurut dia, tekanan pada indeks BEI Selasa ini hanya efek sementara. Tertekannya saham-saham di dalam negeri saat ini bisa dijadikan kesempatan oleh investor untuk kembali mengakumulasi.

Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 182.242 kali dengan volume mencapai 3,91 miliar lembar saham senilai Rp3,95 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 66 saham, yang melemah 273 saham, dan yang tidak bergerak 76 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 49,70 poin (0,20 persen) ke level 25.190,45, indeks Nikkei naik 44,04 poin (0,28 persen) ke level 15.749,15 dan Straits Times menguat 8,55 poin (0,26 persen) ke posisi 3.343,74. (Antara)

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved