Hetty Evelyn Ngantung Dimakamkan Lewat Prosesi Adat Betawi
Sebagai penghormatan terakhir, para relawan Jokowi mengiringi pemakaman Hetty Ngantung lewat prosesi pemakaman adat Betawi.
WARTA KOTA, JAKARTA - Telah berpulangnya Hetty Evelyn Ngantung Mamesah, istri mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965, Henk Ngantung, membawa duka bagi keluarga maupun relawan Jokowi, khususnya sobat Jokowi For Presiden.
Sebagai penghormatan terakhir, para relawan pun mengiringi pembaringan Hetty terakhir lewat prosesi pemakaman adat Betawi.
Terlihat mengenakan jas tutup dengan celana komprang (longgar-red) berwarna hitam khas Betawi, beberapa orang relawan maju dan mulai memainkan alunan musik lembut dengan menggunakan terompet.
Peti jenazah Hetty yang terlihat dihias penuh dengan karangan bunga pun secara perlahan diturunkan ke liang lahat sekira pukul 13.00 WIB.
Walau terlihat sudah mengikhlaskan kepergian perempuan yang meninggal pada usia ke-75 tahun itu para pelayat, baik keluarga maupun kerabat yang datang masih terlihat menangis dan bersedih memandang peti Hetty yang mulai ditutup dengan tanah. Beberapa pelayat pun terlihat saling menguatkan dengan berpegang tangan dan berangkulan.
Tak beberapa lama, seiring dengan landainya makam yang merupakan satu liang dengan sang suami, alunan terompet pun berangsur dihentikan.
Para pelayat yang terlihat berdiri kemudian diminta para relawan untuk melepas kacamata hitam dan menutup payung sebagai tanda penghormatan terakhir.
Prosesi upacara yang dipimpin langsung oleh Walikota Jakarta Selatan, Syamsudin Noor itu pun ditutup dengan penyerahan naskah apel persada serta bendera merah putih kepada perwakilan keluarga.
Para pelayat pun segera bersusulan untuk sekedar melihat makam Hetty maupun berdoa dan menaburkan bunga.
Salah seorang anak Hetty, Kamang mengungkapkan kalau dirinya maupun keluarga besarnya sudah merelakan kepergian ibunda saat ini.
Menurutnya, kepergian sang ibunda merupakan takdir dan suratan Tuhan yang harus diterima dan diikhlaskan pihak keluarga.
Pada kesempatan tersebut, dirinya pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak apabila almarhum memiliki salah baik ucapan maupun perbuatan.
Dirinya pun berharap agar keluarga maupun kerabat bisa mendoakan sang ibunda agar mendapatkan ketenangan di sisi-Nya.
"Saya minta maaf dan doanya dari semua pihak, semoga almarhum bisa diterima disisinya," jelasnya sembari menangis kepada Wartakotalive.com di Pemakaman Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/9).
Seperti diberitakan sebelumnya, usai menjalani perawatan atas melemahnya paru-paru dan jantung sejak tanggal 1 September 2014 lalu, Hetty dinyatakan meninggal dunia pada usia ke 75 tahun di Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta Timur pada Rabu (3/9/2014) lalu pukul 19.38 WIB.
Dirinya pun dibaringkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo pada Jumat (5/9/2014).