Pilpres 2014
Jokowi: Kalau Kalah Muka Saya Habis
Jokowi mengaku bersyukur berhasil memenangi pilpres 2014 di DKI Jakarta. Kalau kalah dia malu.
WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersyukur berhasil memenangi pilpres 2014 di DKI Jakarta. Ini berarti masyarakat ibu kota merestui dirinya menjadi pimpinan nasional dan meninggalkan posisi gubernur DKI Jakarta.
Jauh hari sebelum pencoblosan pilpres 9 Juli lalu, Jokowi menghaku sangat yakin akan mampu meraih kemenangan mutlak di DKI. Keyakinan itu ia landasi dengan kemenangannya pada Pilgub DKI tahun 2012 dan kemenangan PDIP di pileg April lalu.
"Kita bekerja keras dan terbukti di DKI dapat sekitar 29 persen (suara sah). Itu artinya naik hampir tiga kali lipat," kata Jokowi di acara silaturahmi DPC PDIP Jakarta Utara di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Minggu (31/8).
Jokowi menambahkan, dua bulan sebelum pencoblosan, hasil survei internalnya mencatat perolehan suara di DKI Jakarta baru 34 persen. Tapi, perolehan suara akhir di DKI Jakarta mencapai sekitar 53 persen. Dan khusus untuk wilayah Jakarta Utara, perolehan suara pasangan Jokowi-JK mencapai sekitar 60 persen.
"Peningkatan perolehan suara di DKI itu bukan hal gampang. Bayangkan kalau kalah, muka saya mau ditaruh dimana? Kalau menang, artinya saya didukung (warga DKI). Kalau kalah di DKI, muka saya habis. Sudah muka jelek begini, kalah lagi," ujarnya seraya tertawa.
Menurut Jokowi, keberhasilannya meraih suara signifikan di DKI merupakan hasil kerja keras semua pengurus partai, simpatisan, dan relawan.
Jokowi juga meminta seluruh kader PDIP tak melupakan semua janji di masa kampanye. Pesan tersebut secara khusus ia berikan kepada kader PDIP yang lolos menjadi anggota legislatif di DPR atau di DPRD provinsi serta kabupaten/kota. "Saya titip, kalau sudah menang biasanya lupa. Lupa turun ke bawah, lupa janji-janjinya," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, kemenangan PDIP di pileg 2014 diraih dengan kerja keras seluruh mesin partai. Ia menyebutkan, masyarakat memberikan kepercayaan ke PDIP karena bukti konkret para kadernya turun ke bawah selama masa kampanye dan menyampaikan program yang rasional serta berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Jokowi menambahkan, kepercayaan masyarakat itu harus dijaga dengan cara bekerja menyerap aspirasi publik dari tingkat bawah dan menyikapinya dengan sebuah kebijakan yang memihak pada masyarakat. Tanpa bukti bekerja, Jokowi yakin kemenangan tahun ini sulit dipertahankan di pemilu selanjutnya. "Kalau sudah menang, karena nikmat jadi lupa menyapa rakyat. Tapi, kalau mau turun ke bawah, dengar aspirasi rakyat, hasilnya pasti berbeda," kata dia.
PDIP menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di pileg 2014. Kemenangan di pileg itu juga yang mengantarkan Jokowi-JK memenangkan pilpres 2014.
Dalam acara itu, Jokowi memberikan piagam penghargaan pada belasan relawan yang telah membantunya memenangi pilpres 2014 sebagai tim kampanye ataupun relawan saksi pemungutan dan penghitungan suara. (Tribun/Ant)
Informasi lebih lengkap, silakan baca Warta Kota edisi Senin (1/9/2014).