Senin, 13 April 2026

Penusukan

Pemuda Palembang Tusuk Sopir Taksi sampai Tewas

Hanya dalam sekejap, ia menghujamkan lima tusukan ke tubuh sopir taksi hingga tewas.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Aksi pemuda perantau ini  terbilang sadis. Pasalnya, hanya dalam sekejap, ia menghujamkan lima tusukan ke tubuh sopir taksi hingga tewas.

Aditya Ananta (20) adalah perantau asal Palembang yang menghabisi nyawa sopir taksi Bintang, B 1312 WTC, Hendra (38), di depan Pesantren Al Hikmah, Jalan Rorotan 5, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (30/8/2014) malam.

Ia mengaku kesal, ditagih ongkos taksi, sementara uangnya tidak mencukupi. Aditya, mengatakan, bahwa saat itu, menumpangi taksi, dari Enggano, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

"Saya sempat beli pisau dulu di Permai Koja, buat jaga-jaga. Karena saya baru sekali ke Jakarta. Baru setelah itu, saya naik taksi, dan minta diantar ke masjid di Marunda," kata Aditya, di Mapolsek Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (31/8/2014).

Lalu, setibanya di depan Pesantren Al Hikmah, ia minta dihentikan taksinya. Sang sopir pun menagih ongkosnya, sebesar Rp 97.000.

"Saya bilang cuma punya Rp 50.000, kalau nggak percaya silakan periksa dompet saya. Tapi sopirnya malah langsung nyekik saya, dia bilang, 'masak dari kampung nggak punya uang,' saya kesal," katanya.

Terlebih, saat itu, menurut Aditya, korban sempat membenturkan kepala dirinya, ke kaca mobil.

Hal itu menyulut emosinya. Aditya pun langsung menyabut pisau yang dibawanya. "Saya langsung tusuk ke badan sopir," katanya.

Hujaman berkali-kali ke tubuh korban, ternyata mendapatkan perlawanan. Hendra sempat menahan hujaman pisau dengan memegang mata pisau menggunakan tangannya.

"Saya nggak tahu, berapa kali nusuk dan di mana saja saya tusuk. Saya khilaf," kata Aditya, yang duduk di samping kursi pengemudi itu.

Namun, saat itu, ketika memberikan perlawanan, kaki korban langsung menekan tombol klakson. Hal tersebut mengundang perhatian warga yang berada di sekitar pinggir Jalan Sarang Bangau, RT 05/13, Rorotan, Cilincing, M. Gibran (21) dan Asmada (42).

Kedua warga langsung menghampiri taksi tersebut. Lalu menggedor-gedor kaca taksi, agar pelaku segera ke luar.

"Saya kaget tahu-tahu ada warga di luar. Saya panik, saya langsung duduk di kursi pengemudi dan saya duduki sopirnya. Saya langsung tancap gas. Tapi malah nabrak truk," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved