Para Menteri Jangan Angkat Kaki Sebelum Rampungkan Target 100 Hari
Kami sudah punya program 100 hari terakhir yang harus diselesaikan apakah itu menerbitkan Perpres, PP atau peresmian proyek-proyek.
WARTA KOTA, BOGOR - Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, para menteri yang akhirnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat akan secara otomatis menanggalkan jabatannya di kabinet pada akhir September mendatang. Namun, sebelum meninggalkan kabinet, Dipo mengingatkan agar para menteri itu merampungkan target 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kami sudah punya program 100 hari terakhir yang harus diselesaikan apakah itu menerbitkan Perpres, PP atau peresmian proyek-proyek," kata Dipo usai peresmian simbol perdamaian di Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Selasa (19/8/2014).
Dipo mengatakan hingga saat ini dia belum mengetahui apakah sudah ada surat pengajuan pengunduran diri dari menteri-menteri yang bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Dia hanya menyebutkan apabila mereka mengajukan pengunduran diri, maka tugas-tugas kementerian akan dipegang oleh Menteri Koordinator.
"Menko cukup barangkali ya karena nggak mungkin lah diangkat menteri lagi," imbuh dia.
Sejumlah menteri akan meninggalkan kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum masa pemerintahan Presiden Yudhoyono berakhir 20 Oktober. Pasalnya, beberapa menteri diketahui terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan akan dilantik pada 1 Oktober. Untuk itu, mereka pun akan mengajukan surat pengunduran diri.
Salah satunya yang memastikan diri akan mengundurkan diri adalah Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. Syarief terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat. Selain Syarief, menteri-menteri lain yang juga terpilih menjadi anggota DPR adalah Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.