SMK Baskara dan SMK Pancoran Mas Wajib Kontrol Siswanya
Kadisdik Depok sudah menginstruksikan SMK Baskara dan SMK Pancoran Mas untuk mengontrol penuh siswanya saat pulang sekolah
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, DEPOK - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herri Pansila mengatakan saat ini pihaknya sudah menginstruksikan kepada pihak yayasan atau pihak sekolah yakni SMK Baskara dan SMK Pancoran Mas, yang siswanya kerap saling tawuran, untuk mengontrol penuh siswa mereka saat jam belajar sekolah serta saat pulang sekolah.
"Saya sudah instruksikan itu ke kedua pihak sekolah, serta mengajukan patroli keliling oleh Polresta Depok dan Kodim 0508, memantau wilayah yang rawan tawuran pelajar," kata Herri, di Balaikota Depok, Jumat (15/8/2014).
Selain itu, kata Herri, ia juga meminta kepala sekolah dan guru melakukan sidak kepada siswa saat masuk dan pulang sekolah serta memeriksa bawaan siswa agar tidak membawa senjata tajam. "Ini untuk mencegah aksi tawuran berikutnya dan penyerangan oleh siswa ke salah satu sekolah," kata Herri.
Seperti diketahui tawuran antara kelompok pelajar SMK Baskara dan SMK Pancoran yang lokasinya hanya berjarak sekitar 1,5 km ini terjadi di pertigaa Parung Bingung, di Jalan Sawangan, Rangkapan Jaya, Depok, Rabu (13/8/2014) siang.
Akibatnya Wandi Setiawan (15) siswa SMK Baskara tewas dengan luka bacokan celurit di leher dan punggungnya. Pelakunya adalah Syafwidi Adi Putra (17) dan Faisal Fadli (17) siswa kelas III SMK Pancoran Mas. Keduanya sudah dibekuk Polresta Depok.
Paska tewasnya Wandi, puluhan pelajar dari SMK Baskara sempat menyerang gedung sekolah SMK Pancoran Mas, Rabu sore. Mereka merusak spanduk dan plang sekolah serta melempari gedung sekolah dengan batu