Kurikulum 2013
Ahok pun Binggung dengan Kurikulum 2013
Ahok mengatakan belum ada keputusan terkait proses belajar mengajar hingga hari Sabtu.
WARTA KOTA, BALAI KOTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tidak bisa menolak penerapan kurikulum 2013 kepada para peserta didik di Ibukota Jakarta. Padahal, secara garis besar penerapan kurikulum 2013 banyak memberatkan para peserta didik.
Sehingga, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mewacanakan proses belajar mengajar sampai hari Sabtu. Namun, usulan itu langsung ditolak oleh pria yang akrab disapa Ahok. Menurutnya, lebih baik proses belajar mengajar dari hari Senin sampai Sabtu. Namun, kegiatan itu dikebut sampai sore hari.
"Iya makanya itu mau kita usahakan, walaupun materinya banyak kan kita gak bisa lawan kurikulum ini karena ini dari pusat kan. tapi kita lagi berpikir, lebih baik anak-anak selesai sampai sore ngga apa-apa, yang penting sabtu minggu off," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/8).
Ahok mengatakan belum ada keputusan terkait proses belajar mengajar hingga hari Sabtu. Karena secara garis besar dia tidak mengetahui tentang kurikulum 2013. Menurutnya, peserta didik jangan diberikan pendidikan yang begitu banyak. Yang terpenting bagaimanan budi pekerti dari peserta didik.
"Tapi ini saya ngga mau proteslah. Kurikulum 2013 saya ngga ngerti. Tapi kalau menurut saya anak-anak itu ngga usah terlalu banyak belajar yang aneh-anehlah, nanti malah jadi ngga kreatif. Tapi nanti orang marah lagi sama saya kan. Kalau menurut saya yang penting orang diajarinlah budi pekerti atau apa," kata dia sambil tertawa.
Menurut Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan dengan beban itu bisa membuat peserta didik menjadi stres. Hal ini dikarenakan beban pendidikan dan belum dengan les tambahan yang diberikan oleh orang tuanya.
"Masa anak-anak masih kecil udah kayak kuli, stres dia. Belum lagi pulang ada tugas lagi, belum lesnya lagi. ini stresnya luar biasa. Makanya saya gak ngerti pola pendidikan kita itu gimana," ungkapnya.
Mantan Anggota DPR RI Komisi II itu mengatakan bahwa dalam penerapan pendidikan di negara maju seperti Finlandia pengajarannya lebih banyak tentang permainan. Sehingga, dia minta agar kurikulum 2013 diubah.
"Contoh anak saya waktu kecil juga begitu, waktu saya masukin ke sekolah yang agak Asia, saya stres lihatnnya. Anak teman kecil-teman udah bisa baca, katanya karena kursus. Anak saya belum bisa, saya pindahin ke sekolah yang lain, di sana dia cuma diajarin main tapi skrng anak saya bisa nulis dengan baik, bisa bikin cerita," ungkapnya.