Mau Jadi Disc Jockey? Di Sini Sekolahnya
DJ Bobby Suryadi, salah satu disc jockey (DJ) terbaik Indonesia, membuka sekolah khusus bagi para calon disc jockey (DJ)
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - DJ Bobby Suryadi, salah satu disc jockey (DJ) terbaik Indonesia, bekerjasama dengan studio DJ "JNEIRO" membuka sekolah DJ di kawasan Jakarta Selatan. DJ School ini bernama Stadium DJ School & Stadium Management.
Stadium Club sebagai salah satu diskotek ternama di Indonesia pada bulan Mei 2014 telah resmi ditutup dan tidak akan dibuka lagi.
Selama 16 tahun 7 bulan dibuka Stadium Club telah banyak memberikan pengalaman bagi para clubbers Indonesia maupun Internasional dan keberadaannya juga turut serta dalam memajukan Dance Music Indonesia yang diakui oleh dunia.
Tidak ingin nama Stadium menghilang, Bobby Suryadi selaku mantan Head of Resident DJ Stadium Club memberi nama ini pada DJ School yang didirikannya.
Bobby mengatakan, tujuan utama dibangunnya sekolah dan managemen ini bermaksud untuk mengenalkan dan mengajarkan tentang keahlian dan ketrampilan untuk menjadi seorang DJ.
"Meskipun bernama Stadium, tetapi sekolah DJ yang saya dirikan tidak ada hubungannya dengan diskotek Stadium yang telah ditutup. Cuma saya rekrut para DJ Stadium untuk menjadi pengajar di sekolah DJ ini. Daripada mereka nganggur kita rekrut supaya bisa bagi ilmu kepada anak-anak muda yang ingin belajar menjadi DJ," jelasnya kepada Warta Kota, Sabtu (9/8/2014).
Ada tiga program atau kelas yang bisa diikuti siswa Stadium DJ School & Stadium Management ini yaitu Basic Class/Analog. Ini adalah sebuah kelas awal yang harus diikuti oleh seorang calon DJ. Di kelas ini siswa diajarkan untuk memiliki ketrampilan dalam mixing menggunakan piringan hitam dan CDJ.
Kelas kedua, Digital Class/Abelton. Siswa pada kelas ini diajarkan untuk memiliki ketrampilan dalam mixing, remixing, dan editing lagu dengan menggunakan perangkat lunak atau software dalam komputer.
Terakhir, kelas Audio, Visual dan Lighting Class, kelas lanjutan dari digital, siswa diajarkan untuk mempunyai kemampuan dalam memperluas penggunaan ableton dengan menggunakan midi untuk mengoperasikan visual dan lighting, sehingga siswa memiliki keahlian mixing dari tiga elemen tersebut secara sinkron.
Dibandrol biaya sebesar Rp 5.000.000, per kelas siswa dapat mengikuti salah satu program/kelas tersebut selama 2 bulan, dan setelah lulus siswa akan diberikan job training di beberapa diskotek terkenal di Indonesia.