BBM Subsidi
Tarif Jasa Ekspedisi Ancang-Ancang Naik
Pencabutan Bahan Bakar Solar Bersubsidi di beberapa SPBU mencemaskan beberapa usaha jasa pengiriman barang.
WARTA KOTA, PALMERAH— Pencabutan Bahan Bakar Solar Bersubsidi di beberapa SPBU mencemaskan beberapa usaha jasa pengiriman barang, seperti yang terjadi pada jasa kurir ekspedisi antar pulau. Hal tersebut disampaikan oleh Budi (38), penanggungjawab jasa kurir ekspedisi yang berlokasi di Jalan Kebon Kacang II, Jakarta Pusat.
Ketika ditemui oleh reporter Warta Kota, Budi mengaku belum ada kenaikan harga untuk jasa ekspedisi yang dikirimkan melalui udara ini. Harga yang dipatok Rp 15.000 per kilogram untuk pengiriman Jawa-Kalimantan pun masih sama hingga hari ini (5/8). Namun, pihaknya sudah merencanakan kenaikan harga dengan adanya momentum penghapusan solar bersubsidi di sejumlah tempat, khususnya di Jakarta Pusat.
"Kami sudah ancang-ancang ya kalau untuk kenaikan. Kalau sekarang masih sama aja tarifnya. Kantor kita kan enggak cuma di Pusat, ada di Barat juga. Jadi pembelian solarnya dialihkan ke Barat." tukasnya.
Sementara itu, Mulyadi (22), petugas yang melayani jasa ekspedisi via laut di PT. Harapan Sentosa, Tanah Abang, menjelaskan kenaikan tarif akan diberlakukan pada minggu depan.
"Untuk sekarang karena bos dari Makassar belum pulang, jadi harga masih sama. Minggu depan setelah toko buka semua, baru akan naik. Untuk sekarang ini kami isi solar sampai full dulu lah."
Mulyadi juga menambahkan dihapuskannya solar bersubsidi di Jakarta Pusat membuatnya lari ke SPBU di wilayah lain.
"Kan saya isi solar pas malam minggu (2/8), di Cideng sini Rp 100.000 cuma dapat tujuh liter. Akhirnya dari Cideng truk dibawa ke pom bensin Jembatan Lima, harganya masih Rp 5.500. Jadi isi full sampai 78liter"
Sejauh ini Budi mematok harga Rp 250.000 - Rp 350.000 per kubik untuk jasa ekspedisinya untuk tujuan Makassar. Selain Makassar ia juga melayani tujuan Tanjung Pinang, Natuna, Tarempa dan Batam.
Jasa kurir ekspedisi sendiri ramai pada saat bulan puasa. Dalam satu hari keberangkatan yang biasanya hanya empat kali, meningkat menjadi tujuh kali. Namun pada hari ini jumlah keberangkatan kembali normal, cenderung sepi mengingat pusat grosir Tanah Abang belum beroperasi optimal setelah libur Lebaran. (Anastasia Praditha)