Jokowi: Jakarta Masih Butuh 1.100 Tower Rusun
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan bahwa untuk penataan wilayah DKI masih membutuhkan 1.100 tower rusun.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, bahwa untuk penataan wilayah DKI masih membutuhkan 1.100 tower rusun.
Jumlah tersebut, untuk mencukupi relokasi ratusan ribu warga, khususnya yang berada di bantaran Kali Ciliwung.
"Kita masih butuh banyak sekali (rusun -red), sekitar 1.100 tower. Hitungan kita paling tidak 200 tower per tahun. Masih butuh lima tahun lagi merealisasikannya," kata Jokowi saat meninjau rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Pulogebang, Jalan Mutiara Mas Raya, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung Jakarta Timur, Selasa (5/8/2014) siang.
Pihaknya, lanjut Jokowi, menyiapkan Rusunawa di Pulogebang, Jatinegara Barat, Jatinegara Kaum, Komarudin, Muara Baru, dan Daan mogot.
"Itu kita siapkan semuanya. Yang menempati tergantung mana yang akan kita geser. Misalnya kayak di Muara Baru, semua masuk ke muara baru. Kalo nggak cukup, tambahannya masuk ke Daan Mogot," katanya.
Lalu misalkan, dari warga dari Waduk Ria Rio, bisa dimasukkan ke Rusun Pulogebang. Sedangkan, di Rusunawa Jatinegara, bisa untuk warga Kampung Pulo. Jika kurang bisa dimasukkan ke Rusun Komarudin.
"Kita sekarang programnya menggeser itu tidak satu per satu orang, tapi sewilayah RT maupun RW. Kala tidak seperti itu, tidak akan rampung. Dan tata ruang kita tak akan kelihatan," katanya.
Sementara itu, untuk masalah arus urbanisasi yang semakin banyak, menurut Jokowi karena pembangnan lapangan pekerjaan yang tidak merata.
Seperti, karena di daerah tidak dibuka lapangan pekerjaan, karena tidak dibuka investasi. Sehingga harus didorong perputaran uang ke daerah.
"Kita tak akan bisa menahan urbanisasi ke kota. Maka itu butuh mendorong investasi di daerah-daerah-daerah," katanya.