Mudik Lebaran 2014
Taksi Ilegal Marak di Terminal Kampung Rambutan
Keberadaan taksi ilegal semakin marak di Terminal Kampung Rambutan selama musim mudik Lebaran 2014.
WARTA KOTA, JAKARTA - Keberadaan taksi ilegal atau mobil pribadi berpelat hitam dialifhfungsikan menjadi kendaraan umum semakin marak di Terminal Kampung Rambutan selama musim mudik Lebaran 2014.
Dari pantauan Antara, para sopir taksi ilegal tersebut mencari penumpang di tempat kedatangan. Mereka mematok harga Rp150.000 untuk jarak dekat. Namun untuk jarak jauh, harga bisa nego.
"Setiap tahun, saya selalu mencari penumpang di sini. Tidak ada masalah," ujar salah seorang sopir taksi ilegal, Andri, di Terminal Kampung Rambutan, Senin (4/8/2014).
Dia mengatakan, pemudik lebih suka naik kendaraannya karena bisa memuat hingga tujuh penumpang. Lebih banyak dibandingkan taksi biasa maksimal lima penumpang dewasa.
Komandan Regu III Terminal Kampung Rambutan, Yanuarianto, mengatakan pihaknya kesulitan membedakan antara taksi gelap dengan mobil yang mengantar atau menjemput penumpang. Selain itu, yang paling berwenang menindak taksi ilegal tersebut adalah pihak kepolisian.
"Kalau Dinas Perhubungan, hanya melihat izin operasionalnya saja," ujar Yanuarianto.
Puncak arus balik di terminal yang terletak di kawasan Jakarta Timur itu sudah terjadi pada H+5 atau Minggu (3/8) kemarin. Jumlah pemudik yang berangkat sebanyak 1.643 dan penumpang yang tiba sebanyak 33.329 jiwa. Jumlah tersebut, menurun dari tahun lalu, tiba sebanyak 33.909 jiwa.
Yanuarianto memperkirakan arus balik akan terus terjadi hingga H+7. Penyebabnya karena kemacetan yang terjadi di sebagian wilayah Jawa.
Untuk pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan 7.276 petugas keamanan untuk mengawal Operasi Ketupat 2014 yang berasal dari Polda Metro, Polres, TNI, serta pemda untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. (Antara)