Berkah Lebaran Buat Tukang Ojek Pasar Cisarua
Kemacetan di jalur Puncak sepanjang libur Lebaran memberikan berkah tersendiri bagi puluhan tukang ojek yang mangkal.
Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, BOGOR - Kemacetan di jalur Puncak sepanjang libur Idul Fitri 1435 H memberikan berkah tersendiri bagi puluhan tukang ojek yang mangkal di sepanjang jalur Puncak.
Betapa tidak, saat jalur Puncak macet, jasa ojek menjadi pilihan warga untuk beraktifitas atau pergi ke berbagai tempat.
Selama liburan Idul Fitri, dalam sehari, mereka bisa mendapatkan pemasukan bersih hingga Rp 150.000. Salah satunya Bambang (27), tukang ojek yang manggal di depan Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor. Dia mengaku pendapatannya meningkat tiga kali lipat saat liburan Idul Fitri kali ini.
Menurut Bambang, ojek menjadi pilihan terakhir bagi warga yang membutuhkan angkutan umum untuk pergi ke suatu tempat. Macetnya jalan di Puncak, membuat warga yang memiliki urusan penting harus menggunakan jasa ojek dibanding naik mobil pribadi atau angkutan kota (angkot).
"Pernah saya antar orang ke Cianjur pas lebaran kedua, saat Puncak satu arah ke Bogor. Waktu itu, ongkosnya Rp 130.000," ujar Bambang saat ditemui Warta Kota di pangkalannya di Jalan Raya Puncak, depan Masjid Al-Barokah, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Bambang menjelaskan, selama Puncak macet, banyak warga setempat dan pendatang yang sulit beraktifitas. Pilihan satu-satunya hanya menggunakan jasa ojek karena bebas dari macet.
"Yang seringnya minta diantar ke pull Damri di Bogor. Mungkin yang mau ke Bandara, kalau naik angkot, bisa kejebak macet sampai berjam-jam. Saya patok ongkos ke Bogor Rp 100.000," kata pria yang baru setahun jadi tukang ojek.
Hal serupa dialami Lulu (36) tukang ojek lainnya. Dia mengatakan, selain penumpang langganan, dia sering mendapat orderan mengantar warga ke Bogor dan Depok. "Kalau jarak dekat sih ongkosnya cuma Rp 7.000 sampai Rp 10.000. Kalau jarak jauh di atas seratus ribu," katanya.
Baik Bambang maupun Lulu, liburan Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Pemasukan sebagai pengojek cukup bisa menghidupi keluarga mereka di rumah. "Saya sih masih bujangan, uang lebih dari ngojek saya kasih ke orang tua," kata Bambang.
an utama saja. Untuk jasa mengantar saya menawarkan upah Rp 50.000 hingga Rp 100.000," katanya.
Dalam sehari menurut Rahmat, dirinya bisa mengantar 5 sampai 7 pengemudi, tergantung panjang jalur alternatif dan lamanya satu arah. Dalam sehari dirinya bisa mengantongi Rp 300.000 hingga Rp 500.000