Solar Subsidi Dicabut
Toyota Fortuner Berburu Bio Solar di Jakarta Timur
Kalau pemerintah cuek ngapain kita peduli. Sudah cuek saja
WARTA KOTA, MATRAMAN - Saat pembatasan bahan bakar solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta Pusat, Jumat (1/8) membuat warga berpindah ke daerah perbatasan. Hal ini tampak di SPBU Coco 31 Matraman, Jakarta Timur.
Pantauan Warta Kota, masih banyak kendaraan roda empat baik pribadi maupun angkutan umum masih mengisi bahan bakar dengan solar. Bahkan tak main-main, kendaraan pribadi jenis Toyota Fortuner yang harganya hampir Rp 500 juta masih menggunakan solar bersubsidi.
Toyota Fortuner dengan nomor polisi B *** *OG dengan santai mengisi bahan bakar bersubsidi itu. Pemilik kendaraan enggan berkomentar saat ditanya Warta Kota. Namun, dia mengaku mengetahui kalau BBM bersubsidi jenis solar dihentikan oleh BPH Migas.
"Saya tau. Tapi, ngga mau kasih statement," kata pria yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada Warta Kota di SPBU Matraman, Jakarta Timur, Jumat (1/8).
Dia mengisi kendaraanya dengan full tangki yaitu Rp 187.000 dengan harga solar per liter Rp 5.500. Pemilik yang menggunakan batik berwarna cokelat itu berbincang-bincang dengan petugas SPBU.
Menurutnya kalau Pemerintah Indonesia cuek kenapa masyarakat yang harus menerima imbasnya. "Kalau pemerintah cuek ngapain kita peduli. Sudah cuek saja," singkatnya.
Penghentian Solar Bersubsidi Tanggal 4 Agustus
Abdul Muis (35), salah seorang petugas keamanan SPBU Matraman mengatakan bahwa untuk saat ini memang belum diberlakukan penghentian subsidi untuk solar. Rencananya penghentian di SPBU Matramanan pada Senin (4/8) mendatang.
"Kalau sekarang memang belum diberlakukan. Rencananya pada pukul 00.00 tanggal 4 Agustus 2014 mendatang," kata pria yang sudah bekerja di SPBU Matraman selama tiga tahun itu.
Dia menuturkan saat ini masih banyak yang menggunakan bio solar untuk kendaraan roda empat baik pribadi ataupun umum. Namun, perbedaannya adalah saat ini para pengguna berpaling ke bio premium.
"Kualitas bio premium lebih bagus dan harganya tidak jauh yaitu Rp 12.000," tuturnya.
Puluhan kendaraan yang bermerek seperti Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner masih menggunakan bio solar untuk mengisi bahan bakat milik mereka. Seharusnya, BBM bersubsidi diperuntukan untuk kendaraan umum seperti angkot dan bus kota.
"Disini paling ramai kalau kendaraan orang kaya ngisi bio solar," ucapnya.