Ramadan dan Lebaran
Pengunjung Anjungan Jawa Tengah Disuguhi Campur Sari
Bagi warga DKI Jakarta yang berasal dari luar kota namun tidak mudik masih bisa mendapatkan hiburan di anjungan-anjungan TMII.
WARTA KOTA, CIPAYUNG - Bagi warga DKI Jakarta yang berasal dari luar kota namun tidak mudik lebaran ke kampung halaman masih bisa mendapatkan hiburan di anjungan-anjungan TMII.
Salah satunya adalah anjungan Jawa Tengah yang menyajikan kesenian campur sari dangdut keroncong.
Musik campur sari yang khas, penyanyi perempuan yang ayu gemulai dengan kebaya, serta penyanyi pria yang mengenakan blangkon menjadi daya tarik tersendiri bagi anjungan Jawa Tengah.
Di dalam sebuah rumah joglo yang menyerupai pendopo besar, para pemusik ini dengan lihai menghibur para pengunjung.
Pengunjungpun sebagian besar duduk di pelataran pendopo sambil sesekali tertawa karena gerakan dan canda yang dilontarkan si penyanyi pria berbeskap ungu.
Ada juga seorang ibu berbaju coklat yang ikut bergoyang bersama si penyanyi wanita dan pria. Ibu tersebut bergoyang tak kenal lelah.
Para penonton pun sempat mengabadikan momen tersebut dalam jepretan kamera ponselnya masing-masing sambil sesekali tersenyum tatkala si ibu tak mau disodori mic untuk ikut bernyanyi lagu penutup orkes hari itu.
Penonton yang sempat menonton dan mengabadikan momen campur sari adalah Evi (23). Ia menjeprat jepretkan kamera ponselnya ke pertunjukkan di rumah joglo itu.
Kepada Wartakotalive.com, Elvi yang datang bersama dengan keluarganya itu mengaku tak mudik di kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Sengaja ia datang ke TMII untuk mengajak adik-adiknya mengenal budaya Indonesia, salah satunya adalah dari anjungan Jawa Tengah.
"Biar adik-adik tahu ini rumah Joglo dari Jawa. Berhubung tidak mudik, jadi datang ke sini, seneng sih ya walaupun rame banget, ya setahun sekali ke sini," kata perempuan yang tinggal di Lenteng Agung itu.
Elvi yang datang sejak pagi itu sempat mengunjungi Istana Anak di TMII dan beberapa anjungan lain, misalnya anjungan Sulawesi Tenggara dan DKI Jakarta.
Kepada Wartakotalive.com, perempuan berkerudung itu juga mengatakan bahwa kesenian tradisional asal daerah menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung TMII.
Oleh karenanya, ia mengatakan, tak rugi berkunjung ke TMII meski harus berpadat-padatan dengan pengunjung lainnya. (Agustin Setyo Wardani)