Lebaran 2014

Mudik Di Era 1960-an Jalanan Lancar

Dalam kenangan warga mantan anggota KNIL, mudik pada tahun 1960-an sangat asyik karena jalanan lancar.

WARTA KOTA, PALMERAH-Keluarga Maluku keturunan tentara Koninklijke Nederland Indis Leger (KNIL) ternyata sudah menjalani ritual mudik sejak era 1960an bahkan sebelumnya. Terutama keluarga Maluku yang memiliki keturunan Jawa.

Inilah yang dialami Mesak Simon Laturiuw (59). Keluarga Maluku yang sudah bercampur Jawa. Ayahnya lelaki Maluku kelahiran Elpa Putih, Maluku Tengah. Sedangkan Ibunya perempuan Asli Kebumen.

Namun ayah Mesak sudah meninggalkan tanah kelahirannya sejak usia sekolah dasar (SD). Sebab ayahnya atau kakek Mesak tentara KNIL yang berdinas di Jawa. Selanjutnya ayahnya juga berkarir di KNIL.

Inipula yang membuat keluarganya terputus dengan hubungan di kampung halaman sejak lama.

Kebetulan sang ayah menikah dengan perempuan Kebumen sekitar tahun 1945. Saat itu ayahnya tengah dinas di garnisun utama KNIL di Cimahi, Jawa Barat.

Dari situ akhirnya setiap Lebaran mereka mengunjungi Kampung ibunya di Kebumen, Jawa Tengah. Bukan lagi ke Maluku.

"Dulu ayah saya kerja di bengkel mobil. Dia punya sebuah mobil Dodge besar yang suka kami pakai untuk ke Kebumen," kata Mesak.

Seingatnya, di tahun 1960an sepanjang jalur menuju Kebumen, Jawa Tengah amat lancar. Tak ada kemacetan.

Mereka biasanya berangkat malam hari, dan pagi harinya sudah tiba di Kebumen. "Biasanya saya tidur semalam, dan waktu saya bangun sudah sampai di Kebumen," kata Mesak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved