Breaking News:

Tip Sehat

Breaking News: Lebaran Cium Tangan Tak Masalah Asal Sehat

Cium tangan tidak selalu menjadi biang keladi penularan berbagai penyakit infeksi

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Kompas.com
Ilustrasi seorang pelajar SD mencium tangan orangtuanya saat akan berangkat sekolah. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Momen Lebaran seringkali mengharuskan cium tangan. Apakah hal ini bisa menjadi penularan berbagai penyakit infeksi?

"Menurut saya hal ini tidak tepat," kata dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam yang dihubungi Warta Kota, Senin (28/7).

Ia menjelaskan,  sebelum membicarakan dampak cium tangan,  musti mengetahui dahulu bagaimana infeksi tersebut ditularkan dari satu orang ke orang lain. Malaria termasuk DHF ditularkan melalui gigitan nyamuk sehingga jelas cium tangan tidak menyebabkan penularan penyakit ini. Tertularnya satu orang dari orang lain perlu vektor perantara dalam hal ini nyamuk.

Bagaimana dengan HIV dan hepatitis C? Kedua infeksi tidak mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain infeksi ini ditularkan melalui jarum suntik,  hubungan seksual atau kontak luka terbuka dengan cairan atau alat yang mengandung virus.

Hepatitis B ditularkan melalui kontak seksual, jarum suntik dan kontak dekat dan lama. Berbagai infeksi virus ini jelas tidak bisa ditularkan melalui cium tangan yang hanya sesaat.

Infeksi yang memang memungkinkan ditularkan melalui cium tangan infeksi virus yang menyebabkan batuk pilek. Beberapa virus yang dapat ditularkan melalui percikan cairan hidung atau bersin adalah virus  influenza, virus rhinoviruses, coronaviruses, and adenoviruses. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas. Biasanya gejalanya ringan berupa batuk, pilek, bersin dan dapat juga menyebabkan panas badan. Infeksi bisa menularkan kepada orang lain, tergantung daya tahan tubuh orang yang tertular dan jumlah virus yang akan ditularkan.

Walau ada potensi penularan infeksi virus ini melalui cium tangan, kita tetap bisa mencegah tertular oleh infeksi tersebut. Dalam situasi kita akan berinteraksi dengan banyak orang kita tetap harus menjaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup minimal enam jam, minum yang cukup 8-10 gelas perhari, banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan, tetap berolahraga dan sering mencuci tangan pakai sabun dan tidak merokok.

 Jika tidak memungkinkan cuci tangan pakai sabun, antiseptik cair juga bisa digunakan.

"Selamat bersilaturahmi dan tetap melakukan cium tangan seperti biasanya dan tetap melakukan upaya sehat," tegas dokter Ari.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved