Selasa, 14 April 2026

Mudik Lebaran 2014

Ratusan Penumpang Telantar di Pelabuhan Tanjung Priok

Ratusan calon penumpang kapal laut jurusan Bangka Belitung di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, terancam gagal mudik.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Lantaran tiket yang dijual agen perjalanan terbatas, ratusan calon penumpang kapal laut jurusan Bangka Belitung di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, terancam gagal mudik. Sebagian pemudik mengurungkan niat pulang ke kampung halaman. Meski demikian ada juga calon penumpang yang tetap menunggu, berharap agar agen perjalanan bisa menjual tiket menuju Bangka Belitung.

Sriatun (44) salah seorang calon penumpang, mengaku sejak Kamis (24/1) siang ia telah menunggu tiket menuju Bangka Belitung di agen perjalanan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok. Namun hingga Jumat (24/1) siang, wanita asal Ciputat, Tangerang ini belum kunjung juga berangkat ke Bangka Belitung.

Padahal sebelum berangkat ke Pelabuhan Tanjung Priok dari rumahnya, Sriatun menyempatkan diri menelpon agen perjalanan. Kepada Sriatun, agen tersebut mengaku kapal tersedia dan akan berangkat pada Kamis (24/1) sore. "Saya sampai sini Kamis (24/1) siang berharap bisa berangkat sore harinya. Nggak tahunya tiket habis dan sampai saat ini masih di terminal," kata Sriatun pada Jumat (25/1).

Meski tiket kapal telah habis, Sriatun tetap menunggu kabar kemungkinan adanya tiket baru yang akan dijual oleh agen perjalanan. Ia pun mengaku telah berkali-kali bertanya terkait kejelasan tiket kepada agen perjalanan. "Tadi saya sudah tanya, katanya masih ada kapal satu. Kemungkinan bakalan berangkat malam ini jam 8. Tapi pas saya mau beli tiketnya, si agen bilang belum ada tiket di tempatnya," kata Sriatun.

Sriatun mengatakan, selama satu malam tinggal di sana, ia bersama suami dan anaknya kesulitan untuk beraktivitas. Bahkan uang sebanyak Rp 1,5 juta yang dibawanya mesti terpotong sebesar Rp 450.000 untuk membeli makan dan minum selama menginap di terminal. "Padahal tinggal di rumah saya irit-iritin beli makanan, pas di sini malah beli makanan yang mahal. Yah terpaksa mau bagaimana lagi untuk bertahan di sini," kata Sriatun.

Hal serupa juga dirasakan oleh Rohyana (57) calon penumpang lainnya yang berasal dari Purwakarta. Pria yang bekerja sebagai sopir angkutan umum ini mengaku, uang di kantongnya tinggal Rp 60.000, padahal saat hendak mudik ia membawa uang Rp 1,3 juta.

Rohyana merinci, uang tersebut ia gunakan membeli tiket bis untuk dirinya dan anaknya dari Purwakarta ke Jakarta sebesar Rp 420.000. Lalu akan dialihkan membeli tiket kapal sebesar Rp 720.000. Apabila ditotal maka jumlah yang dikeluarkan mencapai Rp 1.140.000. "Kalau dihitung sama uang saya sekarang, paling hanya tersisa Rp 160.000," jelas Rohyana.

Mengenai harga tiket, kata Rohyana, memang mengalami kenaikan. Apabila hari biasa harga tiket dijual sebesar Rp 300.000, sementara jelang lebaran bisa Rp 360.000.

Sementara itu, Joko (43) selaku penjual tiket dari Agen Kopindo Wisata Travel dan Tour mengaku, penjualan tiket kali ini menuju Bangka Belitung dibatasi oleh pihak Syahbandar. Ia yang biasanya menjual 200 tiket sehari, kini hanya dijatah 80 tiket saja.

Ia pun menduga, hal ini disebabkan insiden tenggelamnya kapal KM Sahabat di Bangka Belitung pada Januari lalu. "Waktu itu kan ada KM Sahabat tenggelam karena kelebihan muatan, mungkin untuk menghindari hal serupa makanya penjualan tiket dibatasi oleh Syahbandar," jelas Joko.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved