Breaking News:

Mutiara Ramadan

Sketsa di Ujung Hidup

Masih di masa injury time Ramadan, luangkanlah waktu untuk merenungi kemana kita akan pergi setelah hidup ini berakhir

mitraummat.org
Ustaz Muhammad Arifin Ilham saat memberikan tausiyah di satu masjid. 

Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Masih di masa injury time Ramadan, luangkanlah waktu untuk merenungi kemana kita akan pergi setelah hidup ini berakhir. Paksakan untuk berlama-lama di atas alas sajadah dan ajaklah memori kita untuk menerabas hingga di balik ujung kehidupan dunia ini. Bayangkan kita pun akhirnya berakhir di pintu kematian.

Saudaraku, sungguh tak ada yang harus dikhawatirkan dengan kematian. Ia adalah pintu yang setiap orang pasti akan memasukinya. Karena semua yang bernyawa pasti akan mengalaminya (QS al-Anbiya, 21: 35).

Imam Ahmad dalam "Musnad Ibnu Hanbal", menceritakan dari Barro’ bin ‘Azib. Sabda Nabi SAW, ”Bila seorang hamba yang beriman berada di ujung dunia menuju gerbang akhirat, malaikat dari langit turun kepadanya. Wajahnya putih bersih. Mereka membawa kafan dan balsam yang berasal dari surga. Mereka duduk sangat dekat dengan hamba itu, dan mengucapkan salam. Lalu duduk diatas kepalanya dan berkata, "Wahai jiwa yang suci, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”

Maka ruh itu pun keluar sebagaimana aliran air yang deras. Lalu malaikat itu mengambil ruhnya. Wewangian paling harum kini menyebar. Setelah diletakkan di bumi, mereka mengangkat ruh tersebut ke atas. Setiap malaikat yang dilalui pasti bertanya, "Ruh siapa ini?” Mereka menjawab, ”Fulan bin Fulan”, dengan menyebut nama paling bagus yang pernah dipakai di dunia.

Begitulah, sampai mereka tiba di batas akhir langit bumi. Mereka meminta langit berikutnya dibuka, dan dikabulkan. Demikian sampai pada langit berikutnya hingga sampai pada langit ketujuh. Allah berfirman, ”Tulislah catatan hamba-Ku ini dalam ‘illiyyin (tempat yang tinggi), dan kembalikanlah ia ke bumi.

Sesungguhnya Aku menciptakannya dari bumi (tanah) dan akan Aku kembalikan lagi ke bumi (tanah). Dan dari tanah pula akan Aku keluarkan mereka sekali lagi. Ruh itupun dikembalikan ke dunia. Lalu datanglah dua malaikat yang duduk di hadapannya.

"Siapa Tuhanmu?” tanyanya. Ia menjawab, ”Tuhanku adalah Allah.” Ditanya lagi, “Apa agamamu?” “Agamaku Islam,” jawabnya.

Dua malaikat melanjutkan pertanyaannya, ”Siapakah lelaki ini?” Ia menjawab, ”Ia adalah Rosulullah." “Dari mana kamu tahu?” tanya malaikat lagi. “Aku membaca kitab Allah, lalu beriman dan membenarkannya,” jawab hamba tadi.

Lalu terdengar seruan dari langit, "Benarlah hambaku ini, berikan kasur dan pakaian dari surga, serta bukakan pintu surga.” Setelah itu, dilapangkanlah kuburnya sejauh mata memandang. Datang kepadanya seseorang yang berwajah tampan dengan baju yang bagus dan aroma yang harum. Orang itu berkata, ”Berbahagialah dengan kemudahan yang diberikan kepadamu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu.”

Ia berkata kepada orang itu, ”Siapa kamu? Wajahmu tampak bagus.” Dijawab, ”Aku amal sholehmu. Engkau selalu bersegera mentaati Allah dan enggan bermaksiat kepada-Nya. Maka Allah mengganjarmu dengan kebaikan.”

Ketika mukmin menyaksikan datangnya amal yang berwujud seseorang berwajah tampan, ia bergembira. Ketika ia mengamati sekeliling, niscaya ia sadar kuburnya menjadi lapang. Tersedia kasur empuk dari surga. Baju terindah juga dari surga.

Ia juga yakin bahwa nikmat yang ia rasakan di alam kubur itu sama sekali berbeda dengan nikmat surga kelak. Tentu akan lebih nikmat dan lebih segala-galanya dari yang telah ia rasakan. Subhanallah. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved