Sahur Berujung Kriminal Tanggungjawab Orang Tua

Orangtua harus bertanggungjawab jika anaknya terlibat kegiatan sahur di jalan yang berakhir dengan tindakan kriminal.

Sahur Berujung Kriminal Tanggungjawab Orang Tua
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Aksi pengendara yang memblokir jalan saat Sahur on the Road di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (20/7/2014) dini hari. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA-Kegiatan sahur di jalan atau populer Sahur On The Road (SOTR) yang dilakukan para remaja dan  berujung pada tindakan kriminalitas merupakan tanggung jawab dari para orang tua. Hal ini dikarenakan kegiatan itu dilakukan di luar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun engan memberikan himbauan kepada pihak sekolah jika kedapatan para pelajarnya melakukan kegiatan sahur on the road. Pasalnya, ketika pelajar sudah berada di rumah dan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar merupakan tanggung jawab orang tua.

"Apa kita bisa melarang ? Loh kok itu di rumah dan anak-anak menjadi tanggung jawab orang tua," kata Lasro saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/7).

Dia mencontohkan bahwa ketika anaknya berada di rumah bukanlah pelajar yang merupakan tanggung jawab dari pihak sekolah. Tidak semua kegiatan yang berujung tindakan kriminalitas merupakan tanggung jawab pihak sekolah.

"Misalnya anak Lasro Marbun berada di rumah masa masih jadi anak sekolah dan anak didik. Jadi tidak selamanya itu tanggung jawab sekolah," tuturnya.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved