Liga Spanyol

Rekam Jejak Pemain Jerman di Real Madrid: Jaminan Juara

Toni Kroos datang, Real Madrid dijamin bisa merebut gelar juara La Liga.

Editor: Andy Pribadi
duniasoccer.com
Toni Kroos didukung sejarah elok pemain Jerman di Real Madrid. (Getty Images) 

WARTA KOTA, MADRID - Toni Kroos datang, Real Madrid dijamin bisa merebut gelar juara La Liga. Tebakan itu tak muncul secara sembarang. Pasalnya, Kroos didukung sejarah elok pemain Jerman di Real Madrid . Dari semua pemain Jerman yang membela Madrid , tak ada yang gagal menyabet trofi La Liga.

Rekam jejak pemain Jerman (dulu bernama Jerman Barat) di Madrid  memang cukup mengilap. Dimulai dari era Günter Netzer pada 1973, hingga Sami Khedira yang masih tersisa sebelum kedatangan Kroos. Dari semua pemain asal Jerman, Bodo Illgner bisa dianggap sebagai yang tersukses jika berpatokan dari trofi juara. Bagaimana tidak, Illgner menjadi satu-satunya pemain Jerman yang berhasil mempersembahkan dua gelar juara Liga Champions untuk Los Blancos.

Jika Illgner menjadi yang tersukses, sosok Bernd Schuster mungkin terbilang sebagai yang paling kontroversial. Pasalnya, mantan pemain timnas Jerman itu pernah memperkuat tiga tim yang notabene kerap berseteru di Spanyol (Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid). Sementara, Christoph Metzelder masuk kategori pemain Jerman yang paling melempem di Madrid jika melihat jumlah penampilannya.

Berikut rekam jejak pemain Jerman di Real Madrid:

Günter Netzer (1973–76)
Pesepak bola bernama lengkap Günter Theodor Netzer ini tampil mengilap selama 10 tahun berkarier di Borussia Monchengladbach. Saat legenda Belanda, Joahn Cruyff, bergabung ke Barcelona pada 1973, Madrid tak mau kalah dengan merekrut Netzer. Dia bertahan tiga tahun di Spanyol dengan mengoleksi dua gelar juara La Liga (1974-75, 1975-76) dan dua Copa Del Rey (1973–74, 1974–75). Netzer memutuskan hengkang dari Madrid ke klub Swiss, Grasshopper, pada 1976.

Paul Breitner (1974–77)
Breitner menyusul Netzer ke Real Madrid setelah melalui masa keemasan bersama Bayern Munchen. Tiga tahun bermukim di Madrid, pemain yang bisa berposisi sebagai bek kiri dan gelandang ini menorehkan 10 gol dari 84 penampilan. Kariernya cukup mengilap dengan koleksi dua gelar juara La Liga (1974-75, 1975-76) dan satu Copa Del Rey (1974–75). Breitner mengikuti Netzer hengkang dari Madrid semusim setelahnya. Bedanya, Breitner memilih pulang kampung untuk memperkuat Eintracht Braunschweig.

Uli Stielike (1977–85)
Setelah kepergian Netzer dan Breitner, Madrid ketagihan dengan pemain asal Jerman Barat. Mereka pun merekrut Ulrich Stielike dari Borussia Mönchengladbach pada 1977. Stielike meniti karier di Santiago Bernabeu hingga tujuh tahun. Selama itu, dia mempersembahkan tiga trofi La Liga (1978, 1979, 1980), dua gelar Copa Del Rey (1980, 1982), satu Copa de la Liga (1985), dan Piala UEFA (1985). Madrid pun dibawa ke final Piala Champions pada 1981 dan juga PIala Winners pada 1983. Stielke pergi dari Madrid menuju klub Swiss, Neuchâtel Xamax, pada 1985.

Bernd Schuster (1988–1990)
Schuster menjadi salah satu pembelot El Clasico. Dia berganti kulit dari Barcelona menuju Real Madrid pada 1988. Padahal, dia cukup mengilap di Barcelona dengan raihan gelar juara La Liga (1985), Copa Del Rey (1981, 1983, 1988), Piala Winners (1982), dan runner-up Piala Champions (1986). Namun, di Madrid prestasinya pun tak kalah memukau, dengan koleksi dua gelar La Liga (1989, 1990) dan satu Copa Del Rey (1989). Pada 1990, Schuster membelot lagi, kali ini ke rival sekota Madrid, Attletico Madrid.

Bodo Illgner (1996–2001)
Illgner menjadi satu-satunya kiper Jerman yang pernah berseragam Madrid. Dia direkrut Los Blancos pada 1996 setelah melalui 11 tahun bersama FC Koln dan ikut skuat Jerman pada Piala Dunia 1990 dan 1994. Sebelum ke Madrid, Illgner pernah menyabet beragam penghargaan individu, termasuk kiper terbaik Eropa pada 1991. Di Madrid, Illgner meraih dua gelar juara La Liga (1997, 2001), dua trofi Liga Champions (1998, 2000), satu Piala Intercontinental (1998), dan Piala Super Spanyol pada 1997. Pada musim 1999-2000, posisi Illgner tergusur kiper berusia 18 tahun, Iker Casillas. Dia pun memutuskan pensiun di Madrid setahun setelahnya.

Christoph Metzelder (2007–2010)
Metzelder bisa dibilang sebagai satu-satunya pemain Jerman yang gagal mengilap di Real Madrid. Dia direkrut pada 2007 setelah melalui karier cemerlang bersama Borussia Dortmund. Namun, tiga musim di Madrid, dia cuma tampil sebanyak 31 penampilan di seluruh ajang. Meski demikian, Metzelder patut berbangga hati karena sebelum dia pergi ke Schalke 04 pada 2010, satu gelar juara La Liga (2008) dan Piala Super SPanyol (2008) sudah masuk ke catatan Curriculum Vitae-nya.

Mesut Özil (2010–13)
Setelah gagal dengan Metzelder, Madrid tak kapok memboyong pemain asal Jerman. Kali ini, bukan yang berposisi bek, melainkan gelandang. Mesut Ozil direkrut dari Werder Bremen pada 2010 dengan mahar 15 juta euro. Empat musim di Madrid, Ozil cukup cemerlang. Dia membukukan 27 gol dari total 159 penampilan di seluruh ajang. Satu gelar juara La Liga (2012) Copa Del Rey (2011) dan Piala Super Spanyol (2012) menjadi penghias kariernya di Madrid sebelum hengkang ke Arsenal pada 2013.

Sami Khedira (2010–sekarang)
Serupa dengan Ozil, Khedira juga direkrut Madrid pada 2010 dari VfB Stuttgart. Sejak musim pertama, Khedira langsung menjadi pilar utama di sektor tengah Los Blancos bersama Xabi Alonso. Sampai saaat ini, dia sudah mengoleksi 26 gol dari 276 penampilan di semua ajang. Prestasi Khedira lebih baik dari Ozil. Selain satu gelar La Liga (2012), Copa Del Rey (2011, 2014), dan Piala Super Spanyol (2012), Khedira juga mampu memboyong trofi Liga Champions pada 2014.

Christopher Schorch (2007–2009)
Nama Schorch memang tak sepopuler pendahulunya di Real Madrid. Tak heran, produk akademi Hallescher FC dan Hertha Berlin ini memang hanya pernah bermukim di Real Madrid B (Castilla) selama dua musim. Di Real Madrid B, Schorch cuma tampil sebanyak 27 kali sebelum dilepas ke FC Koln pada 2009.

Toni Kroos (2014-sekarang)

Sumber: Dunia Soccer
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved