Konflik Palestina Israel
Abbas : Israel Harus Hentikan Operasi Darat di Gaza
Presiden Palestina Mahmud Abbas menyeru Israel untuk menghentikan operasi darat di Jalur Gaza.
WARTA KOTA, JAKARTA - Presiden Palestina Mahmud Abbas menyeru Israel untuk menghentikan operasi darat di Jalur Gaza, dengan mengatakan kegiatan itu menciptakan lebih banyak pertumpahan darah dan mengacaukan upaya penyelesaian konflik, lapor kantor berita Mesir, MENA, Jumat (18/7/2014).
Pidato Abbas dilakukan beberapa jam setelah Israel meluncurkan operasi darat yang ditujukan ke wilayah kelompok Hamas di Palestina, dengan korban jiwa mencapai 248, Jumat pagi.
"Israel harus menghentikan operasi darat di Jalur Gaza," tulis MENA mengutip pernyataan Abbas di depan para wartawan dan cendekiawan di Kairo.
"Operasi ini akan mengarah pada pertumpahan darah yang lebih parah dan mengacaukan situasi serta upaya untuk menghentikan agresi (Israel)."
Pada Kamis Abbas bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik antara Israel dan kelompok Hamas, Palestina yang sudah memasuki hari ke 11, Jumat.
Kementerian Luar Negeri Mesir juga menolak operasi darat Israel dan meminta kedua pihak untuk menerima usul gencatan senjata "Segera dan tanpa syarat" dari Mesir.
Menteri Luar Negeri Sameh Shoukri menyerang Hamas dan mengatakan mereka bisa menyelamatkan puluhan nyawa bila menerima tawaran gencatan senjata dari Kairo awal pekan ini.
Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza menolak usul gencatan senjata yang menurut rencana diberlakukan Selasa dan terus melancarkan tembakan ke kota-kota Israel.
Hamas mengajukan sejumlah syarat antara lain mencabut penutupan Jalur Gaza oleh Israel yang sudah berlangsung delapan tahun, pembukaan perbatasan dengan Mesir di Rafah serta pembebasan tawanan Palestina yang ditahan ulang setelah mereka dibebaskan dengan pertukaran tentara Israel yang diculik, Gilad Shalit pada 2011.
Abbas bertemu dengan wakil pemimpin Hamas, Mussa Abu Marzuq yang mendesak perubahan dalam usul gencatan senjata Mesir termasuk jaminan untuk membuka perbatasan ke Gaza.
Usul gencatan senjata itu kembali seperti yang pernah ditengahi Mesir pada 2012, untuk mengakhiri pertempuran delapan hari dan melonggarkan pengetatan lalu lintas barang di perbatasan yang menutup kantong pesisir.
Israel semula menerima tawaran Mesir namun kemudian terus melakukan serangan udara setelah Hamas menolak rencana tersebut.
Abbas mengunjungi Turki, Jumat dan dari sana akan melanjutkan perjalanan ke Bahrain dan Qatar untuk usaha diplomatik mengakhiri konflik, MENA melaporkan. (Antara/AFP)