Breaking News:

Bencana Alam

Manila Diterjang Topan, Ribuan Warga Ngungsi

Rammasun, topan terkuat tahun ini sudah menghantam kepulauan di timur, menumbangkan sejumlah pohon dan memutus aliran listrik.

Editor: Andy Pribadi
Kompas.com
Ilustrasi badai topan. 

WARTA KOTA, MANILA - Pihak berwenang di Filipina mengungsikan sekitar 150 ribu warga dari rumah-rumah mereka dan menutup pasar, kantor pemerintah, sekolah serta tempat usaha karena topan Rammasun yang kuat menghantam Manila, Rabu (16/7).

Rammasun, topan terkuat tahun ini sudah menghantam kepulauan di timur, menumbangkan sejumlah pohon dan memutus aliran listrik.

Badai menghempas Teluk Manila dan membuat petugas darurat bencana mengungsikan warga di permukiman kumuh serta miskin di pinggiran ibu kota.

"Tiupan angin amat kencang, lebih kuat dari hujan. Belum pernah saya alami yang seperti ini," kata Mark Leviste, wakil gubernur Provinsi Batanga di selatan dalam wawancara radio.

Sejumlah wilayah di Filipina masih dalam pemulihan akibat topan dahsyat Heiyan yang memporak-porandakan daratan negeri itu pada November lalu.

Sekitar 6.100 orang meninggal dunia di provinsi-provinsi tengah ketika permukaan air laut naik mirip tsunami dalam topan November tersebut.

Topan Rammasun hari Rabu diketahui dengan kekuatan 185 kilometer per jam dan tiupan angin secara tetap 150 km/jam di dekat pusatnya.

Seorang perempuan berusia 25 tahun meninggal tertimpa tiang listrik yang roboh ketika topan Rammasun menyapu daerah pesisir timur, Selasa, menurut Badan Penanggulangan Bencana Filipina.

Hampir 150 ribu penduduk diungsikan dari rumahnya yang terletak di dataran rendah pesisir dan sekitar 60 penerbangan dalam negeri serta internasional telah ditunda selama dua hari.

Jenis topan Rammasun tergolong pada kelompok tiga dari urutan satu hingga lima dan diperkirakan bakal diikuti bujan lebat dalam radius 500 km. (Antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved