Breaking News:

Mutiara Ramadan

Bersiap Jadi Pemimpin

Ada hasrat Allah yang tersurat, yaitu ingin supaya semua manusia berada dalam keberuntungan hidup bukan justru berkubang dalam sumur kerugiaan

mitraummat.org
Ustaz Muhammad Arifin Ilham saat memberikan tausiyah di satu masjid. 

Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Beruntung orang yang beriman. Tapi jika hanya iman jelas tidaklah cukup. Karena itu cukupkanlah dengan amal sholeh. Tapi sayang, pesan dalam Alquran surah al-`Ashr, iman dan amal sholeh masih dianggap belum cukup; kecuali dibersamai dengan upaya saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran.

Pesan moral dalam Alquran surat ke-103 ini melandasai atas pentingnya nilai-nilai yang disebut di atas. Bahkan atas dasar itu Allah harus turut bersumpah dengan atas nama makhluk-Nya yang bernama `waktu' (al-`Ashr).

Ada hasrat Allah yang tersurat, yaitu ingin supaya semua manusia berada dalam keberuntungan hidup bukan justru berkubang dalam sumur kerugiaan. Nah, untuk menyebut supaya kita tidak didera kerugiaan (lafii khusrin), maka upaya memupuk keimanan dan amal sholeh harus juga disertai dengan usaha saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran.

Kenapa harus iman? Karena ia adalah fondasi; hal yang fundamental dalam membangun sikap keberagamaan manusia. Iman yang menyebabkan aman, rasa aman, damai dan tenang dalam menapak di planet kehidupan.

Iman pula yang menghadirkan rasa tanggun jawab (amaanah) dalam hidup. Karena iman ia akan dipercaya (amiin) dan dalam setiap rangkaian harap dan doa akan sangat didengar (aamiin).

Ada keselamatan dan bimbingan keberuntungan hidup dengan kita beriman. Alquran surat an-Nisa, 138 menyebut, "Barangsiapa yang tidak beriman (kufur) kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, dan Hari Akhir maka ia tersesat dengan kesesatan yang jauh."

Lalu kenapa kita harus beramal sholeh dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran? Karena di hampir semua ayat dalam Alquran, kata iman selalu digandeng dengan kata amal sholeh. Kalau iman banyak berhubungan dengan garis vertikal, maka amal sholeh dan kebajikan lain lebih sering berkaitan dengan sesuatu yang horizontal.

Kedua konsep ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena apabila salah satu dari keduanya tiada maka kesempurnaan dari salah satunya akan berkurang. Hal ini terlihat dari sabda Nabi SAW: "Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman." (HR. Ath-Thabrani).

Seperti dalam firman-Nya: "Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]: 82).

Yang luar biasa adalah yang disebut dalam Alquran surat an-Nuur, bahwa Allah menjanjikan satu keadaan yang istimewa saat nilai keimanan dan amal sholeh telah dihidupkan. Apalagi sampai upaya luhur saling memberi nasehat kepada kebaikan dan kesabaran terus diciptakan. Pendeklarasian Allah yaitu: "Bersiaplah untuk menjadi pemimpin di muka bumi!"

"Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang beramal sholeh, bahwa sungguh mereka akan "memimpin" di muka bumi, sebagaimana orang-orang yang terdahulu sebelum mereka telah memimpin, dan sungguh Allah akan meneguhkan kedudukan agama mereka yang telah diridloi oleh Allah untuk mereka. Juga akan diubah keadaan mereka oleh Allah sesudah mereka merasa ketakutan menjadi aman sentosa..." (QS An Nuur: 55)

Subhnallah, langkah strategis saat `syahwat' memimpin sedang menggelayuti kita. Tidak harus berburu apalagi saling sikut, kita hanya cukup bersiap dengan upaya menanamkan iman, amal sholeh dan terus berupaya saling menasehati kepada kebaikan dan kesabaran. Semoga Ramadan nan Agung ini mengembalikan kesadaran imaniyah kita. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved