Piala Dunia 2014

Higuain Ancam Tim Panser

Pertarungan bersejarah di akhir Piala Dunia 2014 membuat penyerang Argentina, Gonzalo Higuain, bersemangat.

WARTA KOTA, PALMERAH - Pertarungan bersejarah di akhir Piala Dunia 2014 membuat penyerang Argentina, Gonzalo Higuain, bersemangat. Bahkan, dia sesumbar jika timnya bakal tampil mati-matian.

Striker Napoli itu pun tak gentar menghadapi Jerman, sekalipun Der Panzer dengan mudah melangkah ke final setelah mencukur Brasil 7-1 dalam semifinal.

Higuain terang-terangan mengaku tidak takut dengan permainan Der Panzer. "Tidak ada intimidasi, sama sekali tidak. Yang ada hanya rasa hormat. Mereka (Jerman) juga pasti takut dan hormat dengan Argentina," ujar Higuain.

Higuain menekankan tidak mau memikirkan hal lain, yang ada di benak dirinya akan bertarung hingga titik darah penghabisan dalam final nanti.

"Kami berada di final hal lain tidak penting. Setiap pemain akan bermain hingga titik darah penghabisan," ujar Higuain.

Berkat tendangan Higuain pula penentu, Argentina melaju ke semifinal usai melawai Belgia. Skor akhir 1-0 untuk Argentina. Karenanya Higuain akan menjadi momok Tim Panser.

Selain Higuain, Argentina menaruh harapan besar terhadpa Lionel Messi dalam duel Final PIala DUnia 2014 antara Argentina melawan Jerman yang akan berlangsung Senin (14/7) dini hari.

Kehadiran mereka di laga final Piala Dunia 2014 merepresentasikan banyak hal, tak hanya 'perang antarbenua' semata. Perseteruan dan adu kualitas antarpemain juga menjadi sajian nikmat yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

Setidaknya, inilah partai final yang dianggap bakal berlangsung paling seru dalam rentang dua dekade terakhir.

"Partai ini akan mengaduk-aduk emosi. Di sana ada pertarungan budaya bermain, gengsi antarbenua, sampai tekanan di luar arena seperti ketidaksukaan masyarakat Brasil jika Argentina menjadi juara, meski di sisi lain, mereka juga tak ingin trofi juara dunia malah dimiliki tim asal Eropa saat tuan rumah ada di ranah Amerika Selatan," terang Lilian Thuram, legenda Perancis, di France Football, kemarin.

Legenda Inggris, Alan Shearer, yang menjadi komentator selama perhelatan Piala Dunia 2014, menilai pertarungan keduanya bakal menjadi klimaks dari seni sepak bola menyerang.

"Mereka punya gaya masing-masing yang saling kontradiktif. Argentina cenderung mengandalkan individu, sementara Jerman tetap dengan ciri khasnya, kolektif untuk tak membiarkan lawan berkembang. Sungguh, ini pertemuan yang sangat ditunggu-tunggu," tuturnya. Menurut mantan bomber Newcastle United ini, banyak persona yang menjadi magnet.

Angel Di Maria
Argentina mendapat suntikan tenaga berarti untuk menghadapi Jerman. Winger berteknik tinggi, Angel Di Maria, sudah berlatih bersama tim. Di Maria absen ketika menghadapi Belanda akibat cedera otot paha.

"Di Maria telah berlatih sebanyak 60 dan 80 persen di lapangan. Perkembangannya sangat jelas. Dia akan diobservasi dalam beberapa hari ke depan untuk melihat kebugarannya," ujar juru bicara tim Argentina, Andres Ventura, dilansir FIFA.com.

Dari kubu Jerman, bek Mats Hummels, juga bisa kembali berlatih dengan tim. Pemain Borussia Dortmund tersebut absen pada babak kedua babak saat melawan Brasil akibat mengalami cedera lutut.

Musuh klasik
Sang kapten Argentina, Lionel Messi menjadi perhatian karena dianggap memiliki kans besar menggengam trofi juara dunia.

Sang Messiah memiliki plot yang sempurna untuk membawa Argentina berpesta di Maracana. Ia memiliki peluang besar untuk mengulang apa yang pernah dicapai legenda Argentina, Diego Maradona.

Maradona "Si Gol Tangan Tuhan" 24 tahun lalu mengantarkan Argentina menembus babak semifinal dan kemudian final Piala Dunia 1990. Apa yang dilakukan Messi pada tahun ini membuatnya identik dengan Maradona. Messi disebut-sebut sebagai titisan Maradona.

Garis sejalan itu semakin kuat karena Argentina berhadapan dengan Jerman, musuh klasik mereka di ajang Piala Dunia. Ketika Maradona mengantarkan tim Tango menjuarai Piala Dunia 1986, Jerman (ketika itu masih Jerman Ba­rat—Red) menjadi lawannya pada babak final. Sedangkan ketika Maradona dan Argentina menjadi runner up Piala Dunia 1990, Jerman Barat adalah lawan mereka.

Pola yang mirip antara Messi dan Maradona terlihat melalui perolehan gol mereka. Pada Piala Dunia 2010 Messi tidak mencetak gol sama sekali, seperti apa yang dialami Maradona pada 1990. Pada Piala Dunia edisi tahun ini, Messi telah mencetak empat gol hingga babak semifinal. Maradona mebukukan lima gol ketika meraih gelar juara pada 1986.

Jerman lebih unggul
Sepanjang sejarah, Argentina dan Jerman telah 20 kali bertemu pada berbagai ajang. Secara keseluruhan Argentina lebih unggul daripada Jerman, termasuk Jerman Barat.

Argentina mengumpulkan sembilan kemenangan, sedangkan Jerman tujuh kali menang. Sisanya, empat pertandingan kedua tim berakhir imbang.

Namun jika pertandingan kedua tim digelar di pentas Piala Dunia, Jerman lebih unggul daripada Argentina. Sepanjang sejarah Piala Dunia, kedua tim telah lima kali bertemu. Hasilnya, Jerman tiga kali meraih kemenangan dan sekali kalah. Satu satunya hasil imbang terjadi pada Piala Dunia 1966.

Ketika kedua tim bertemu pada babak perempat final Piala Dunia 2006, skor imbang 1 1 bertahan hingga extra time. Jerman kemudian menang melalui adu tendangan penalti dengan skor 4 2.

Gagalkan Messi
Kubu Jerman optimistis bisa menggagalkan plot Messi. Kapten Jerman, Philipp Lahm, mengatakan rekan rekan setimnya tidak hanya memiliki pengalaman bermain di Piala Dunia, tapi juga partai partai final seperti Liga Champions, Piala Jerman, dan final kejuaraan di Inggris.

"Pengalaman yang kami miliki merupakan keuntungan bagi kami. Banyak pemain kami memiliki pengalaman bermain di pertandingan pertandingan final dengan klub mereka dan tidak masalah jika mereka menang atau kalah. Saya rasa pengalaman seperti itu pada tim kami sangat krusial pada turnamen seperti ini," ujar bek Bayern Muenchen tersebut, dilansir Reuters.

Penyerang Der Panzer, Thomas Mueller, mengatakan generasi emas Jerman begitu tinggi untuk meraih gelar juara di Brasil. Ia sesumbar telah meminta rekan-rekannya di Tanah Air untuk berpesta merayakan kesuksesan Jerman.

"Saya tidak mengira kami akan unggul 5-0 pada babak pertama saat melawan Brasil, meski itu akan menyenangkan. Laga melawan Argentina akan berjalan ketat seperti waktu melawan Aljazair dan Prancis. Tapi itu tidak masalah. Kami tahu apa yang harus kami lakukan," ujar Mueller, yang telah mencetak enam gol selama Piala Dunia 2014.

Penyerang Argentina, Sergio Aguero, memandang Jerman merupakan favorit juara selain Brasil. Namun mantan menantu Maradona itu mengatakan, timnya harus mempertahankan ciri permainan mereka jika ingin mengalahkan Jerman. Aguero mengatakan cara bermain timnya selama ini cocok untuk menghadapi Jerman, terutama karena tim Panser memiliki tekanan untuk menjadi juara.

"Kami berada di babak final dan kami harus memenangkannya dengan cara apapun. Kami ingin menguasai bola, namun kami tahu Jerman merupakan tim hebat yang para pemainnya sudah saling mengenal karena bermain bersama sejak lama," tutur pemain Manchester City tersebut. (Tribunnews.com/deo/bud/ito)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved