Breaking News:

Tips Seks

Cara Kendalikan Kelahiran Pilihan Dokter

Pil mungkin seperti senjata ampuh bagi para dokter untuk mengendalikan angka kelahiran.

Editor: Suprapto
www.conceiveeasy.com
IUD atau spiral KB 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pil KB mungkin seperti senjata ampuh bagi para dokter untuk mengendalikan angka kelahiran. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa spiral adalan bentuk pengendalian kelahiran paling populer di antara program Keluarga Berencana (KB).

Peneliti mengamati 551 layanan penyedia program KB antara usia 19 hingga 44 tahun dalam jurnal Obstertri dan Ginekologi. Hasilnya sangat berbanding terhadap survei nasional pertumbuhan keluarga berikut pilihat metode pengendalian kelahiran dengan angka populasi.

335 penyedia layanan kesehatan melaporkan sebanyak 40 persen memilih menggunakan IUD (Intra Uterina Device), namun hanya 6,3 persen populasi wanita dilaporkan menggunakan kontrasepsi reversible berkelanjutan seperti IUD atau Implan. Menariknya, 21 persen penyedia layanan kesehatan juga menggunakan cincin vagina (cincin berbentuk vagina yang lentur berdiameter 5 cm dan mengandung estrogen dan progestin). Lalu, sebanyak 22 persen leboh memilih kontrasepsi oral.

Jadi, mengapa dokter melupakan pil? Awalnya, spiral secara 99 persen efektif mencegah kehamilan dibandingkan pil yang memiliki tingkat kegagalan hingga 9 persen. Studi terbaru lain juga menemukan bahwa pil aman dikonsumsi oleh wanita dengan tingkatan semua usia. Pada tahun 1970 sampai tahun 1980, metode IUD dinilai meningkatkan risiko penyakit radang panggul. Ini bukan studi pertama yang menyatakan pihak kedokteran serius mendukung kontraspesi.

Sebelumnya, pada tahun 2006 ada kenaikan 18 persen dari penggunaan IUD oleh pada dokter kandungan yang terus meningkat di tahun berikutnya bahwa IUD semakin populer dan menjadi perawatan terjangkau bagi para wanita.

“Jika Anda mengalami kehamilan ektopik atau riwayat penyakit radang panggul yang mungkin sedikit kontradiksi, maka tanyakan langsung pada dokter agar mendapat kejelasan untuk mengendalikan kehamilan” ujar Mary Jane Minkin, M.D Profesor Klinik do Yale School Medicine. (Ridho Nugroho)

Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved