Pemilu 2014
Jokowi-JK Temui Presiden SBY di Cikeas
Joko Widodo dan Jusuf Kalla menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam.
WARTA KOTA, CIKEAS— Pasangan kandidat presiden dan wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kalla menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam.
Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat sekitar 30 menit. Jokowi yang tiba di Cikeas sekitar pukul 21.20 WIB disambut SBY didampingi Seskab Dipo Alam, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menkopolhukam, Djoko Suyanto.
Dalam konferensi pers usai pertemuan, Jokowi yang mengenakan kemeja batik mengatakan pertemuan tersebut atas inisiatif pihaknya.
"Kami sore tadi memohon bertemu dengan Presiden SBY, dan langsung direspon. Alhamdulillah," katanya.
Lebih lanjut Jokowi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden SBY yang telah memipin dan mengawal pilpres dengan baik.
"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, damai, baik dan kami beri apresisiasi serta penghargaan kepada Presiden," katanya.
Selain itu, Jokowi minta peranan pemerintah untuk turut mengamankan jalannya pilpres hingga pengumuman resmi pemenang pilpres dikeluarkan.
"Kami memohon SBY berperan memimpin pemerintahan sampai 22 juli. Kami ingin pemerintahan berjalan dengan baik dan sejuk tidak ada gesekan, tidak terjadi sesuatu, dan berlangsung kondusif. Pilpres bisa berjalan jujur, besih, dan damai," katanya.
Jokowi juga menyampaikan pesan SBY agar euforia hasil beberapa hitung cepat atau "quick count" cukup berlangsung hingga malam ini.
"Besok harus mendinginkan hati dan pikiran. Sehingga yang di bawah juga merasa sejuk dan damai. Kami menyanggupi itu. Besok tidak usah ada pawai, hanya doa selamat," katanya.
Sementara itu, saat disinggung terkait saling klaim kemenangan berdasarkan hasil lembaga survei tertentu, JK menanggapi santai dengan mengatakan semua itu tergantung perspektif kubu masing-masing.
"Ini tergantung hasil survei, mana yang mau dipakai. Saya siap menerima hasil 22 juli," kata JK. (Ant/pro)