Pemilu 2014

TPS Warga Baduy Sangat Sederhana

Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Kanekes, Baduy, dibuat sederhana berbahankan bambu, papan, terpal, dan tali rapia.

TPS Warga Baduy Sangat Sederhana
Wartakotalive.com/Adi Suhendi
TPS sederahana warga Baduy di Desa Kanekes, Baduy dibuat dari bambu, papan, terpal, dan tali rapia. 

WARTA KOTA, BANTEN— Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Kanekes, Baduy, dibuat sederhana berbahankan bambu, papan, terpal, dan tali rapia dibuat sedemikian rupa untuk menjadi tempat pencoblosan.

Pantauan di TPS 2 yang terletak di Kampung Marenggo tempat untuk masyarakat menggunakan hak suaranya dibuat diantara rumah warga diatas tanah berukuran kurang lebih 80 meter.

Pengerjaannya dilakukan orang baduy dengan menggunakan alat sederhana. Tidak ada meja layaknya TPS di pemukiman-pemukiman modern. Maklum saja di setiap rumah warga tidak ada yang menggunakan kursi atau meja. Sehingga untuk bilik suara dan tempat kotak suara diletakan di atas papan yang ditopang empat bambu di setiap sudutnya yang ditancapkan ke tanah.

Sementara batas untuk TPS dibuat dari bambu dengan batas-batas yang dikelilingi tali rapia.

"Memang masyarakat di sini tidak menggunakan meja atau kursi, sehingga TPS dibuat dari bahan seadanya," ucap Ketua TPS 2 Maman Nuryaman saat berbincang dengan tribun di Kampung Marenggo, Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (8/7/2014).

Begitu pula dengan TPS 8 yang berada di Kampung Cicakal Muara. Tempat warga menyalurkan hak suaranya dibuat sederhana dengan menggunakan bahan kayu seadanya di antara rumah warga yang berukuran 6 x 10 meter. TPS yang diketuai seorang perumpuan dari Cicakal Girang tersebut membuat meja serupa dengan di Kampung Marenggo untuk kotak suara dan petugas TPS.

Bedanya di Kampung Cicakal Muara ada warga yang memiliki dua buah kursi. Bahkan kursi warga yang terbuat dari kayu berukuran 2 meter x 50 centi meter tersebut sudah empat kali digunakan untuk tempat bilik suara dalam pemungutan suara baik Pilkada, Pileg, maupun Pilpres. "Kursi saya sudah digunakan empat kali untuk Pemilu," celetuk pemiliknya.

Tidak hanya itu, lubang-lubang tanah bekas membuat pagar untuk TPS tersebut pun kembali digunakan. Sehingga dengan waktu tidak terlalu lama TPS sudah berdiri dengan penutup dari terpal dan karung.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved