Polisi Kawal Ketat 46 Tahanan yang Nyoblos di Polresta Depok

Sebanyak 46 orang tahanan di Mapolresta Depok melaksanakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden 2014, Rabu (9/7/2014).

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Lucky Oktaviano
Polisi Kawal Ketat 46 Tahanan yang Nyoblos di Polresta Depok
Tribunnews.com
Ilustrasi

WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 46 orang tahanan di Mapolresta Depok melaksanakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014, Rabu (9/7/2014).

Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah mengatakan hak suara para tahanan yang tengah dalam proses penyelidikan dan pemberkasan ini, diakomodir dan dijamin oleh UU.

"Karenanya kami selalu berkoordinasi dengan KPUD Depok untu hal itu. Dan disediakan TPS khusus di sini untuk mereka," katanya.

Para tahanan yang mencoblos di Mapolres itu dijaga ketat oleh aparat.

KPUD Depok menyiapkan petugasnya untuk mendatangi Polresta Depok dengan menyediakan bilik suara, kertas suara dan kotak suara.

Puluhan tahanan yang memberikan hak suaranya tampak dikawal anggota polisi baik berpakaian preman atau pakaian dinas.

Mereka tampak sumringah saat memberikan hak suaranya. Pemungutan suara di tahanan Mapolresta Depok ini, juga diawasi oleh beberapa anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok.

"Antusias para tahanan dalam Pilpres ini sangat bagus. Mereka sudah mencoblos capres pilihan mereka sendiri tanpa ada unsur paksaan," kata Ahmad.

Ia mengatakan pemungutan suara atau hak politik yang diberikan kepada para tahanannya tidak hanya terjadi Pilpres 2014 kali ini saja, tapi juga saat pemilihan legislatif (Pileg) 2014 lalu serta pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Jadi, kami sudah terbiasa mengawal pesta politik untuk para tahanan ini," kata Ahmad.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Titik Nurhayati, mengatakan adanya TPS khusus bagi para tahanan di Mapolresta Depok itu sudah diwajibkan oleh negara. Sebab, para tahanan juga memiliki hak politik yang tidak dapat diacuhkan begitu saja.

"Ada jaminan dari negara bahwa tahanan kepolisian dan lainnya juga wajib memberikan suara dalam berbagai pesta demokrasi. Intinya suara mereka juga diperhitungkan bagi calon-calon pimpinan yang maju," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved