Breaking News:

Mutiara Ramadan

Amal Ramadan (3)

Barangsiapa mengerjakan shalat tarawih atas dasar iman dan ikhlas hanya mengharap ridha Allah, maka Allah ampuni dosa-dosa yang lalu

Warta Kota/Barlinsk
Logo Mutiara Ramadan dan Ustaz Muhammad Arifin Ilham. 

Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Amal Ramadan berikutnya, yaitu yang kelima, shalat Tawawih (Qiyamu Ramadhan). Seperti sudah mafhum bersama, ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadan adalah shalat tarawih (qiyamu Ramadan). Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW, pada suatu malam (di bulan Ramadan) mendirikan salat, lalu datang orang-orang pada malam berikutnya (ingin salat bersama beliau). Kemudian datanglah malam ketiga atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi datang beliau bersabda: "Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku tidak keluar karena aku takut salat itu nantinya diwajibkan kepada kalian". (H.R. Muslim).

Hal ini menunjukkan bahwa salat tarawih mendapat perhatian dari Rasulullah SAW. Seperti juga tergambar dalam sebuah hadits, "Barangsiapa mengerjakan shalat tarawih (qiyaamu ramadan), atas dasar iman dan ikhlas hanya mengharap ridha Allah, maka Allah ampuni dosa-dosa yang lalu juga yang akan datang. (HR Muslim)

Keenam, I'tikaf. Inilah amaliyah Ramadan yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah SWT. Abu Sa'id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah beri'tikaf pada awal Ramadan, pertengahan Ramadan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya.

Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, "Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i'tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat."

Ketujuh, menghidupkan malam Lailatul Qadar. Seperti kita ketahui bersama bahwa pada bulan Ramadan ada satu malam yang istimewa yang disebut Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah SAW, amat menjaga-jaga untuk bisa meraih Lailatul Qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Kenapa? Karena, "Barangsiapa yang salat pada malam Lailatul Qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Begitu kata Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa, "Allahumma innaka `afuwun tuhibbul `afwa fa'fu `annii." Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved