Sopir Angkutan Umum Desak Polisi dan Pemprov Jakarta Berantas Pungli

Kita dipungut uang timer Rp6.000 sehari tanpa jelas manfaat dan peruntukannya.

Sopir Angkutan Umum Desak Polisi dan Pemprov Jakarta Berantas Pungli
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sejumlah pengemudi angkutan kota di Jakarta menyatakan harapannya agar Pemprov DKI dan kepolisian setempat memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang makin marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Ibu kota negara itu.

"Saya seharian bekerja dan paling mendapatkan uang sisa Rp20.000 setelah dipotong dengan uang setoran kendaraan, uang bensin dan uang pungli," kata salah satu pengemudi M-31 rute Kampung Melayu - Pondok Kelapa Jakarta Timur, Senin.

Ia yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan pungutan liar itu terjadi di kawasan Cipinang dan Kampung Melayu, baik pada siang maupun malam hari.

Dalam sehari, menurut dia, di kawasan Cipinang terjadi pungutan yang dinamakan "uang timer" sebesar Rp6.000, uang beli air mineral Rp4.000 dan uang beli koran Rp3.000. Sedang uang pungli di kawasan Kampung Melayu mencapai Rp1.000.

Bagi pengemudi yang bekerja pada malam hari juga dikenakan uang pungutan sebesar Rp5.000.

"Kita dipungut uang timer Rp6.000 sehari tanpa jelas manfaat dan peruntukannya. Kita juga diwajibkan membeli air mineral dan koran. Kalau tak dibeli, mereka marah,"kata salah satu pengemudi yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebutkan uang setoran kendaraannya sehari bisa mencapai Rp150.000, sementara jumlah penumpang cenderung berkurang karena faktor kemacetan dan menjamurnya kendaraan sepeda motor.

"Saya seharian untuk mencari uang Rp20.000 saja susahnya banget. Tapi pungutan liar dengan berbagai bentuk ini masih terjadi," katanya.

Ia menyebutkan tak berani menolak membayar pungli itu, karena khawatir mendapatkan kekerasan.

Meski demikian, ia mengharapkan Pemprov DKI Jakarta dan aparat kepolisian memberantas praktik pungli yang membebani pengemudi angkutan kota.

Praktik pungli diperkirakan juga terjadi di berbagai trayek angkutan kota lainnya sehingga pemerintah dan aparat keamanan perlu segera memberantasnya. (Antara)

Tags
pungutan
Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved