Pemilu 2014

Pendukung Capres Dilarang Konvoi Usai Quick Count

Kita jaga kondisi aman, jangan mudah terprovokasi.

Pendukung Capres Dilarang Konvoi Usai Quick Count
Warta Kota/ahmad sabran
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno memberikan keterangan pers mengenai pilpres di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/7/2014). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Pelaksanaan Pemilu Presiden Rabu (9/7) mendatang biasanya akan disertai pengumuman hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga riset dan survey. Polisi mengimbau kepada seluruh pendukung capres cawapres tidak turun ke jalan merayakan hasil hitung cepat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan, semua masyarakat dilarang konvoi dan turun ke jalan. “Tidak boleh konvoi setelah quick count, kalau ada akan kita bubarkan,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/7). Menurut Dwi, jika ada pendukung capres yang nekat, maka akan ditindak dengan tilang. Terlebih, saat ini adalah bulan Ramadan.

“Kami mengimbau agar pada saat pemilu dan setelah pemilu semua orang tenang, kita jaga kondisi aman, jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Selain mengamankan TPS, Polisi juga ditempatkan di sentra ekonomi, dan objek vital. Dwi menegaskan, jika ada Ormas tertentu atau kelompok pendukung Capres yang mencoba melakukan tindakan anarkhis, akan ditindak tegas. Pihaknya sudah memiliki rencana kontijensi untuk antisipasi kericuhan.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved