resensi buku

Evolusi Sistem Air Perkotaan

Infrastruktur sistem air menjadi salah satu investasi terbesar dalam membangun sebuah kota.

WARTA KOTA, PALMERAH - Tata cara pengelolaan sistem air di perkotaan berkaitan dengan kualitas hidup masyarakatnya. Dalam praktiknya, kerap muncul persoalan saat pelaksanaan yang berpotensi merugikan masyarakat. Karena itu, upaya perbaikan sistem selalu diperlukan untuk mencapai tingkat kelayakan pemenuhan kebutuhan air.

Menengok sejarahnya, infrastruktur sistem air menjadi salah satu investasi terbesar dalam membangun sebuah kota. Sejak 2.500 tahun lalu hingga saat ini, terhitung ada empat tahapan revolusi sistem air perkotaan. Prinsip desain orisinal yang diperkenalkan bangsa Romawi menjadi fondasi setiap upaya pembangunan dan peningkatan sistem.

Tentu saja, pada setiap revolusi memiliki persoalan yang harus ditangani. Pada revolusi pertama (Water 1.0), salah satu masalahnya adalah sistem pembuangan air kotor yang tidak sempurna dan kemudian bercampur dengan air bersih. Akibatnya, muncul wabah penyakit kolera dan tipus di Eropa.

Melompat maju setengah abad kemudian adalah revolusi Water 2.0. Teknologi modern yang mulai bangkit dan pertumbuhan ekonomi meningkat, mendorong semakin meluasnya pembangunan wilayah perkotaan. Dampaknya, air limbah mencemari ketersediaan air bersih kota.

Revolusi selanjutnya adalah Water 3.0 dengan proses pengolahan air limbah menjadi air bersih sebagai pekerjaan rumah utama. Upaya ini terus berlangsung hingga revolusi keempat (Water 4.0). Kompleksitas masalah pada tahap ini bertambah dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim. Langkah 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi salah satu program yang dijalankan secara global untuk mencukupi kebutuhan air dan menjamin ketersediaannya di masa depan. (TSD/Litbang Kompas)

DATA BUKU:
♦ Judul: Water 4.0: the Past, Present, and Future of the World’s Most Vital Resource
♦ Penulis: David Sedlak
♦ Penerbit: Yale University, 2014
♦ Tebal: xiv + 332 halaman
♦ ISBN: 978-0-300-17649-0

Sumber: KOMPAS
Tags
buku
air
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved