Pelebaran Jembatan Layang di Bekasi Timur Butuh Rp 30 M

Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi, segera menggarap sebanyak 39 proyek infrastruktur dengan anggaran besar.

Pelebaran Jembatan Layang di Bekasi Timur Butuh Rp 30 M
(Warta Kota/alex suban)
Proyek jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang di Jakarta Selatan, sampai Rabu (11/12/2013), belum dioperasikan. Jalan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan itu. 

WARTA KOTA, BEKASI - Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi, Jawa Barat, segera menggarap sebanyak 39 proyek infrastruktur dengan anggaran besar mulai 1 Juli 2014.

"Hingga April 2014, kami sudah tuntaskan sekitar 1.000 titik kegiatan infrastruktur. Lalu berlanjut pada awal Juli sebanyak 1.100 kegiatan lagi, termasuk di antaranya proyek dengan anggaran besar," kata ujar Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi Tri Adhiyanto di Bekasi, Sabtu (28/6/2014).

Menurut dia ada sedikitnya 39 proyek yang masuk dalam kategori penggunaan anggaran yang relatif besar, yakni di atas Rp 100 juta dari kantong APBD setempat.

Salah satunya adalah kegiatan pelebaran jembatan layang yang berada di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, atau tepatnya di depan pintu tol Bekasi Timur. "Pembangunan dan pelebaran jembatan layang itu, pemerintah mengalokasikan anggaran total sebesar Rp 30 miliar," katanya.

Proyek itu diperkirakan sanggup mengurai kemacetan di jalan menuju Pondok Hijau dan Jatimulya, Tambun Selatan, maupun di Jalan Joyomarto, Bekasi Timur.

Menurut dia pelebaran jembatan layang tersebut akan dibarengi dengan pelebaran jalan di depan Perumahan Pondok Hijau hingga Jatimulya. "Anggaran pelebaran jalannya Rp 5 miliar," katanya.

Sementara untuk mengurai kemacetan di Jalan Perjuangan, pihaknya sudah menganggarkan Rp 4,5 miliar untuk pembangunan jalan sisi barat yang dimulai dari Jalan Sasakjarang hingga ke depan Universitas Bhayangkara di Kecamatan Bekasi Utara.

Kegiatan lainnya berupa perbaikan jalan penghubung Jakarta Timur-Kota Bekasi yakni Jalan I Gusti Ngurah Rai senilai Rp 2,5 miliar. "Jalur itu menghubungkan Jalan Sultan Agung menuju Pondok Kopi yang selama ini menjadi jalur alternatif menuju Jakarta Timur," katanya. (Antara)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved