Minggu, 12 April 2026

Ahok: TNI Bantu Jaga Monas, Bisa Kurangi Kriminalitas

Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak memungkiri banyak tindak kriminal yang berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tidak memungkiri banyak tindak kriminal yang berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

Oleh sebab itu, dengan rencana pengelolaan kawasan Monas lewat satu pintu di bawah Unit Pengelola (UP) Monas diharapkan bisa menangulangi masalah-masalah kriminal di wilayah itu.

Terlebih, dibantu dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam penjagaan di setiap pintu kawasan Monas, tindakan kriminalitas akan berkurang.

Pasalnya, akhir-akhir ini kejahatan sering terjadi di wilayah tersebut. Kasus terakhir adalah salah satu juru parkir, Yusri (40) yang diduga dibakar oleh oknum TNI berpangkat sersan satu di Silang Timur Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2014) malam.

"Makanya, nih kan, PM udah mau bantu kami untuk bantu tungguin. Makanya kita lagi tunggu siapin verbal Ibu Rini (Kepala UP Monas-red) yang pimpin 1 pintu. Sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Ahok menjelaskan bahwa kriminalitas di kawasan Monas seperti pemerkosaan, penodongan, dan pemaksaan para pedagang kaki lima (PKL) kepada pembeli dan pengunjung sudah sering dia dengar.

Dia sangat heran dengan tingkah laku para PKL karena memaksa membeli barang dagangan mereka padahal air yang dijual kepada masyarakat adalah air keran.

"PKL yang jualan maksa orang beli juga ada. Padahal itu air dari keran. Udah macem-macemlah di monas. Yang diperkosa juga udah pernah kejadian. Laporan di bawa ngaku-ngaku petugas dan segala macem," katanya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan bahwa untuk menjaga kawasan dengan luas 82 hektar tidak bisa terlalu ketat.

Sehingga kejadian kriminalitas kerap terjadi di kawasan itu. Padahal, kata dia, sudah ada Circuit Closed of Television (CCTV).

"CCTV juga bukan dikontrol di sana (Monas-red). Ada, di Jakarta Pusat. Konyol gak? di kantor Walikota Jakarta Pusat," tuturnya.

Terkait adanya oknum TNI AD yang diduga membakar salah satu juru parkir, kata dia Polisi Militer (PM) TNI AD akan langsung turun untuk membantu membongkar kasus itu. "PM Garnisun udah mau turun. Maka tinggal buat satu atap (UPT-UP dilebur)," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved