Siswa Dianiaya
Alumni SMA 3 Jakarta: Latihan Fisik Sabhawana Berat
Dugaan kekerasan fisik yang menyebabkan meninggalnya Arfiant Chaesary Al-Irhami mendapatkan perhatian alumni.
WARTA KOTA, SETIABUDI - Dugaan kekerasan fisik yang menyebabkan meninggalnya siswa kelas X SMAN 3 Jakarta, Arfiand Chaesary Al-Irhami (16), mendapatkan perhatian dari alumni SMAN 3 Jakarta.
Seorang alumni tahun 2007 yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan, "Setahuku memang latihan fisiknya keras, kalau memang anaknya ngga karena senang dengan kegiatan pecinta alam ya mending ngga usah ikut."
Meski begitu, alumni tersebut tidak mengetahui apakah selama latihan para anggota Sabhawana mendapatkan tindak bullying atau tidak karena pihaknya mengatakan tak pernah mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara, ditemui di SMAN 3 Setiabudi Jakarta, Selasa (24/6/2014) sore, Adil (16), siswa kelas X SMAN 3 Jakarta, mengatakan bahwa latihan Sabhawana memang sangat melelahkan secara fisik.
"Berat sih, saya sempat ikut sebentar, tapi karena berat, saya sekarang udah ngga ikut lagi," kata Adil.
Siswa yang sedang menunggu pembagian rapor pada Jumat pekan ini mengatakan bahwa dirinya tak tahu perihal adanya latihan yang melibatkan kekerasan fisik seperti pemukulan dan lain-lain. Siswa yang ketika ditemui mengenakan pakaian bebas ini mengatakan salah satu latihan untuk anggotanya adalah latihan ketahanan fisik seperti lari, jalan, push up, dan lainnya.
Adil juga mengenal Afriand Chaesary Al Irhami, siswa kelas X SMA 3 Jakarta yang meninggal usai mengikuti kegiatan Berganda dari ekskul pecinta alam, Sabhawana. Menurut Adil, Afriand yang akrab disapa Aca tersebut adalah anak yang baik dan cukup pintar. Ia juga berduka cita atas meninggalnya teman satu sekolahnya itu. (Agustin Setyo Wardani)