Sengketa Lahan

Sengketa Lahan Tol Cijago, BPN Depok Gelar Pengukuran Ulang

BPN Kota Depok melakukan pengukuran ulang di lahan yang disengketakan untuk pembangunan proyek Tol Cijago seksi II, Depok, Senin (23/6/2014) siang.

Sengketa Lahan Tol Cijago, BPN Depok Gelar Pengukuran Ulang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
BPN Depok lakukan pengukuran ulang di lahan Tol Cijago tahap II, yang disengketakan antara ahli waris dan Pemkot Kota Depok, Senin (23/6/2014). 

WARTA KOTA, DEPOK - Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok melakukan pengukuran ulang di lahan yang disengketakan untuk pembangunan proyek Tol Cijago seksi II, yakni di RT 2/3, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, seluas sekitar 4700 m2 atas nama Amar bin Apunh, Senin (23/6/2014) siang.

Pengukuran ulang lahan ini dilakukan, karena ahli waris pemilik lahan seluas 4700 m2 tersebut, merasa belum mendapatkan pembayaran ganti rugi lahan oleh Pemkot Depok.
Sementara itu Pemkot Depok melalui Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Depok dan Tim Pengadaan Tanah (TPT) Kota Depok mengklaim sudah membebaskan lahan itu pada tahun 2003 kepada ahli waris.

Kasno, pihak yang dikuasakan oleh ahli waris menuturkan pembayaran pembebasan lahan yang dilakukan TPT Kota Depok pada tahun 2003 lalu tersebut adalah lahan fiktif kepada orang yang bukan ahli waris.

"Pembayaran itu dilakukan kepada calo tanah dan ahli waris tidak mendapat apa-apa," kata Kasno di lokasi pengukuran lahan kepada Warta Kota, Senin (23/6/2014).

Menurutnya berdasarkan Girik C 49, No Blok 568.569.570 Persil No 570, lahan seluas 4700 m2 tersebut adalah lahan milik Amar bin Apung, dengan 7 orang ahli waris.

"Ahli waris sebenarnya adalah, Mayanih binti Haji Amar, Nonih binti Haji Amar, Matidjih binti Amar, Tini, Sutinah, Matsuein dan Nuryati," katanya.

Menurut Kasno, pihaknya sudah menyampaikan hal ini ke Pemkot Depok dan BPN Depok.

"Respon dari BPN Depok sangat bagus sekali dan mereka melakukan pengukuran ulang lahan saat ini," kata Kasno.

Wawan Syaefudin, petugas BPN kota Depok, mengatakan pihaknya hanya melaksanakan tugas saja, untuk melakukan pengukuran ulang lahan ini.

Menurutnya hasil pengukuran akan diserahkan ke pihak ahli waris dan Pemkot Kota Depok. "Kami lakukan pengukuran ulang serta tentukan dimana batas-batas lahan yang dimaksud dan disengketakan ini," kata Wawan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved